SOLOBALAPAN.COM – Banyak penonton Piala Dunia 2026 mungkin bertanya-tanya mengapa kamera televisi begitu sering menyorot Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat pertandingan berlangsung. Ternyata, kemunculan orang nomor satu di FIFA tersebut bukan sekadar kebetulan ataupun keinginan sutradara siaran.
Laporan The Athletic mengungkap bahwa kemunculan Infantino merupakan bagian dari standar produksi siaran resmi FIFA yang telah disepakati bersama Host Broadcast Services (HBS), perusahaan yang memegang hak produksi seluruh pertandingan Piala Dunia.
Dalam kesepakatan tersebut, setiap laga diwajibkan menampilkan tayangan khusus atau "dignitary shot", yakni cuplikan tokoh-tokoh penting yang hadir di stadion. Tayangan ini biasanya muncul sebelum kick-off maupun ketika pertandingan sedang berlangsung.
Tokoh yang masuk kategori tersebut bukan hanya Presiden FIFA, tetapi juga kepala negara, pejabat pemerintahan, legenda sepak bola, hingga selebritas yang hadir menyaksikan pertandingan secara langsung.
Dengan aturan itu, Gianni Infantino hampir dipastikan selalu mendapat sorotan kamera karena statusnya sebagai pimpinan tertinggi FIFA. Itulah sebabnya wajahnya berulang kali muncul di layar televisi, bahkan dalam satu pertandingan bisa beberapa kali.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Kompetisi besar lain seperti Liga Champions UEFA juga menerapkan kebiasaan serupa dengan menampilkan tokoh-tokoh penting yang hadir di tribun kehormatan sebagai bagian dari paket siaran internasional.
Namun, frekuensi kemunculan Infantino pada Piala Dunia 2026 memicu perhatian publik karena dinilai lebih sering dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Sebagian penonton menganggap hal tersebut sebagai bagian dari pencitraan, sementara yang lain menilai itu hanyalah konsekuensi dari standar produksi siaran FIFA.
Di sisi lain, posisi Infantino di FIFA saat ini memang sangat kuat. Ia masih menjadi kandidat terdepan untuk kembali memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut pada pemilihan Presiden FIFA tahun 2027.
Baca Juga: Mengapa Lebar Rel Kereta Api di Indonesia Berbeda? Ini Alasannya
Jika kembali terpilih, pria asal Swiss itu berpotensi memimpin FIFA hingga tahun 2031 atau selama sekitar 15 tahun sejak pertama kali menjabat pada 2016.
Dengan dukungan kuat dari sejumlah konfederasi besar seperti Afrika (CAF), Asia (AFC), dan Amerika Selatan (CONMEBOL), peluang Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya dinilai masih sangat terbuka.
Terlepas dari berbagai pro dan kontra, satu hal yang kini dipahami publik adalah bahwa kemunculan Gianni Infantino di layar televisi selama Piala Dunia bukan semata-mata karena sutradara siaran menyukainya, melainkan merupakan bagian dari standar penyiaran resmi yang telah ditetapkan FIFA bersama penyelenggara siaran internasional. (an)
Sumber : solobalapan.com