Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Jalur Kereta Api Menggunakan Batu Balas? Ini Fungsinya

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Batu balas menjadi salah satu komponen penting pada jalur kereta api. Selain menopang rel, material ini membantu menjaga stabilitas jalur, meredam getaran, dan memperlancar sistem drainase. (Pinterest)
Batu balas menjadi salah satu komponen penting pada jalur kereta api. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Jika memperhatikan jalur kereta api, kita akan melihat hamparan batu pecah yang memenuhi bagian bawah rel.

Batu-batu tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Dalam dunia perkeretaapian, batu ini dikenal dengan istilah batu balas (ballast).

Advertisement

Batu balas merupakan lapisan batu pecah yang dipasang di bawah bantalan rel. Material ini umumnya berasal dari batuan keras, seperti andesit atau granit, yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan dan cuaca.

Penggunaan batu balas telah menjadi standar pada jaringan kereta api di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Advertisement

Salah satu fungsi utama batu balas adalah menopang beban rel, bantalan, serta kereta api yang melintas di atasnya. 

Ketika kereta melaju, beban dari roda akan diteruskan ke rel, kemudian disebarkan secara merata oleh batu balas ke tanah dasar.

Dengan cara ini, tekanan tidak hanya terpusat pada satu titik sehingga jalur menjadi lebih stabil.

Selain menopang beban, batu balas juga berfungsi menjaga posisi rel agar tidak mudah bergeser akibat getaran kereta yang terus melintas. 

Lapisan batu ini membantu mempertahankan lebar rel dan kestabilan jalur, sehingga perjalanan kereta tetap aman.

Advertisement

Artikel Terkait

Terowongan Sasaksaat, Terowongan Kereta Api Bersejarah di Jalur Bandung

Terowongan Sasaksaat, Terowongan Kereta Api Bersejarah di Jalur Bandung

Terowongan Sasaksaat merupakan salah satu terowongan kereta api terpanjang di Indonesia yang masih aktif beroperasi. Dibangun pada masa kolonial Belanda, terowongan ini tetap menjadi bagian penting jaringan perkeretaapia

Balai Yasa Yogyakarta, "Rumah Sakit" bagi Kereta Api Indonesia

Balai Yasa Yogyakarta, "Rumah Sakit" bagi Kereta Api Indonesia

Balai Yasa Yogyakarta menjadi pusat perawatan besar lokomotif PT KAI sejak 1914. Fasilitas ini dijuluki "rumah sakit kereta api" karena menangani overhaul agar lokomotif tetap andal.

Mengapa Lebar Rel Kereta Api di Indonesia Berbeda? Ini Alasannya

Mengapa Lebar Rel Kereta Api di Indonesia Berbeda? Ini Alasannya

Rel kereta api di Indonesia memiliki lebar 1.067 milimeter, berbeda dengan standar internasional. Pemilihan ukuran ini dipengaruhi sejarah, kondisi geografis, dan efisiensi pembangunan jalur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer