Mengapa Jalur Kereta Api Menggunakan Batu Balas? Ini Fungsinya

SOLOBALAPAN.COM - Jika memperhatikan jalur kereta api, kita akan melihat hamparan batu pecah yang memenuhi bagian bawah rel.
Batu-batu tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api.
Dalam dunia perkeretaapian, batu ini dikenal dengan istilah batu balas (ballast).
Batu balas merupakan lapisan batu pecah yang dipasang di bawah bantalan rel. Material ini umumnya berasal dari batuan keras, seperti andesit atau granit, yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan dan cuaca.
Penggunaan batu balas telah menjadi standar pada jaringan kereta api di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Salah satu fungsi utama batu balas adalah menopang beban rel, bantalan, serta kereta api yang melintas di atasnya.
Ketika kereta melaju, beban dari roda akan diteruskan ke rel, kemudian disebarkan secara merata oleh batu balas ke tanah dasar.
Dengan cara ini, tekanan tidak hanya terpusat pada satu titik sehingga jalur menjadi lebih stabil.
Selain menopang beban, batu balas juga berfungsi menjaga posisi rel agar tidak mudah bergeser akibat getaran kereta yang terus melintas.
Lapisan batu ini membantu mempertahankan lebar rel dan kestabilan jalur, sehingga perjalanan kereta tetap aman.



