Mengapa Lebar Rel Kereta Api di Indonesia Berbeda? Ini Alasannya

SOLOBALAPAN.COM - Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, rel kereta api di Indonesia memiliki ukuran yang berbeda.
Lebar rel atau track gauge yang digunakan di Indonesia adalah 1.067 milimeter, atau dikenal sebagai Cape Gauge.
Ukuran ini lebih sempit dibandingkan rel standar internasional yang memiliki lebar 1.435 milimeter. Lalu, mengapa Indonesia menggunakan ukuran tersebut?
Jawabannya berkaitan dengan sejarah pembangunan jalur kereta api pada masa kolonial Belanda. Ketika jaringan rel mulai dibangun pada pertengahan abad ke-19, perusahaan kereta api kolonial memilih menggunakan lebar rel 1.067 milimeter karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi geografis di Hindia Belanda.
Baca Juga: Mengapa Jalur Kereta Api Dipenuhi Batu Kerikil? Ternyata Punya Peran Penting bagi Keselamatan
Dengan lebar rel yang lebih sempit, pembangunan jalur kereta api dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah.
Jalur juga lebih mudah dibuat mengikuti kontur pegunungan, tikungan tajam, serta wilayah berbukit yang banyak ditemukan di Pulau Jawa.
Pertimbangan tersebut membuat pembangunan rel menjadi lebih efisien dibandingkan jika menggunakan rel standar internasional.
Hingga kini, sebagian besar jaringan kereta api di Pulau Jawa dan Sumatra masih menggunakan lebar rel 1.067 milimeter.
Meski ukurannya lebih kecil, rel ini tetap mampu melayani perjalanan kereta penumpang maupun angkutan barang dengan aman dan andal.
Sementara itu, proyek kereta cepat Whoosh menggunakan rel standar internasional berukuran 1.435 milimeter.



