SOLOBALAPAN, SOLO — Setelah melewati masa sulit dua laga kandang tanpa penonton, Persis Solo akhirnya mendapatkan titik terang.
Laskar Sambernyawa diperbolehkan kembali didukung langsung oleh suporternya di Stadion Manahan dalam dua laga sisa musim ini menghadapi Persebaya Surabaya (9/5/2026) dan Dewa United (16/5/2026).
Namun, kembalinya suporter ke tribun ini dibarengi dengan syarat ketat yang harus dipatuhi sebagai konsekuensi sanksi lanjutan dari Komdis PSSI.
Situasi ini menuntut kedewasaan dan kreativitas para pendukung setia dalam memberikan semangat bagi tim kebanggaan warga Solo.
Pembatasan Tribun dan Larangan Atribut
Berdasarkan ketentuan sanksi yang berlaku, tribun utara dan selatan Stadion Manahan dipastikan tetap ditutup untuk umum. Penonton hanya diizinkan mengisi tribun timur serta tribun VIP di sisi barat stadion.
Baca Juga: Drama di Persis Solo Lagi? Pelatih Bantah Konflik dengan Pemain Usai Kekalahan dari Arema
Hal ini otomatis membuat kapasitas stadion menjadi sangat terbatas dibandingkan pertandingan normal biasanya.
Tak hanya soal pembatasan area duduk, aturan krusial lainnya adalah larangan bagi suporter untuk mengenakan maupun membawa atribut klub selama berada di area stadion.
Suporter yang hadir tidak diperkenankan membawa simbol-simbol Persis Solo, sehingga pola dukungan di stadion dipastikan akan terlihat sangat berbeda dari atmosfer "merah" yang selama ini identik dengan Manahan.
Strategi Ploting Tribun dari Pasoepati
Menyikapi keterbatasan tersebut, Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah antisipatif.
Koordinasi lintas elemen menjadi prioritas utama agar kehadiran suporter tetap tertib dan tidak melanggar aturan yang bisa memicu sanksi tambahan bagi klub.
Arif Djodi Purnomo menjelaskan bahwa pertemuan akan digelar pada Senin mendatang bertepatan dengan agenda team meeting (TM).
Dalam forum tersebut, seluruh elemen suporter akan dikumpulkan untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, skema ploting tribun menjadi kunci untuk menghindari penumpukan penonton di satu titik.
Opsi Pemanfaatan Sayap VIP
Mengingat tribun utara dan selatan yang biasanya menjadi basis massa suporter ditutup, distribusi penonton ke tribun timur dan sayap VIP harus diatur secara proporsional.
Langkah ini penting dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama pertandingan berlangsung.
Pasoepati juga membuka opsi untuk memanfaatkan area sayap VIP sebagai solusi tambahan untuk menampung suporter yang tidak terakomodasi di tribun utama.
Langkah ini diharapkan mampu meredam kekecewaan suporter yang tidak kebagian tempat, sekaligus memastikan dukungan bagi Persis Solo tetap maksimal di laga krusial penghujung musim.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo