
SOLOBALAPAN.COM - Beberapa tahun lalu, rasanya belum lengkap jika membahas perawatan kulit tanpa menyebut banyaknya tahapan skincare. Toner, essence, serum, ampoule, hingga masker wajah menjadi bagian dari rutinitas yang dianggap mampu membantu mendapatkan kulit sehat dan bercahaya.
Skincare dengan banyak langkah pun sempat menjadi tren yang banyak diikuti.
Namun, belakangan cara pandang tersebut mulai berubah. Banyak orang kini mulai memilih rutinitas yang lebih sederhana.
Baca Juga: Photobooth Kian Populer, Bagian dari Budaya Nongkrong
Bukan lagi tentang seberapa banyak produk yang digunakan, melainkan apakah produk tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kulit.
Salah satu tren yang muncul dari perubahan tersebut adalah skin flooding. Istilah ini merujuk pada teknik perawatan kulit dengan memberikan beberapa lapisan produk yang berfokus pada hidrasi.
Tren ini banyak diperbincangkan karena menawarkan pendekatan yang lebih lembut dibandingkan rutinitas skincare yang sebelumnya identik dengan banyak tahapan.
Jika sebelumnya berbagai produk skincare digunakan secara bersamaan demi mendapatkan hasil maksimal, kini sebagian orang mulai lebih berhati-hati dalam memilih produk.
Banyaknya pilihan skincare yang muncul di media sosial membuat masyarakat semakin memahami bahwa tidak semua produk harus digunakan sekaligus.
Di tengah banyaknya rekomendasi produk kecantikan yang berseliweran, muncul pula kesadaran bahwa perawatan kulit tidak harus selalu rumit.
Baca Juga: Sering Pakai Kata Coffeeholic hingga Matchaholic? Ini Asal-usul Sufiks '-holic' yang Viral di Medsos
Rutinitas panjang yang dulu dianggap ideal mulai dipertanyakan karena membutuhkan lebih banyak waktu, biaya, dan tidak selalu cocok untuk setiap kondisi kulit.



