Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kereta Api Makin Ramah Pesepeda, Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Penumpang kini dapat membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan PT KAI. Kebijakan ini mendukung mobilitas yang lebih praktis sekaligus gaya hidup ramah lingkungan. (Instagram KAI)
Penumpang kini dapat membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan PT KAI. (Instagram KAI)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Kereta api kini tidak hanya menjadi pilihan transportasi yang nyaman, tetapi juga semakin mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah diperbolehkannya penumpang membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan ketentuan tertentu.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pesepeda yang ingin menggabungkan perjalanan menggunakan kereta api dengan aktivitas bersepeda di kota tujuan.

Advertisement

Konsep first mile–last mile, yakni mengombinasikan transportasi umum dengan sepeda untuk menjangkau lokasi akhir, kini semakin banyak diterapkan oleh masyarakat perkotaan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan bahwa sepeda lipat dapat dibawa masuk ke dalam kabin kereta penumpang tanpa perlu menggunakan layanan bagasi khusus.

Advertisement

Namun, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni sepeda memiliki berat maksimal 20 kilogram, diameter roda maksimal 22 inci, serta dalam kondisi tidak berpotensi merusak sarana kereta maupun mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Berbeda dengan sepeda lipat, sepeda nonlipat tidak diperkenankan dibawa utuh ke dalam kabin. Untuk jenis sepeda tersebut, penumpang perlu mengikuti ketentuan bagasi sepeda yang hanya tersedia pada layanan tertentu atau menggunakan layanan logistik sesuai aturan yang berlaku.

Kemudahan ini menjadi salah satu upaya KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat yang lebih praktis dan berkelanjutan.

Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda setelah turun dari kereta tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan bermotor.

Tren membawa sepeda lipat juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan.

Advertisement

Artikel Terkait

Menggali Jejak Jalur Kereta Api Nonaktif: Dari Rel yang Hilang hingga Peluang Reaktivasi

Menggali Jejak Jalur Kereta Api Nonaktif: Dari Rel yang Hilang hingga Peluang Reaktivasi

Banyak jalur kereta api di Indonesia kini tidak lagi beroperasi. Sebagian rel dibongkar, sebagian lainnya masih menjadi aset negara dan berpotensi direaktivasi untuk mendukung transportasi masa depan.

Stasiun Surabaya Kota, Saksi Awal Perkembangan Kereta Api di Jawa Timur

Stasiun Surabaya Kota, Saksi Awal Perkembangan Kereta Api di Jawa Timur

Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut merupakan stasiun bersejarah yang menjadi cikal bakal perkembangan perkeretaapian di Jawa Timur.

Stasiun Kedungjati, Simpul Bersejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

Stasiun Kedungjati, Simpul Bersejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

Stasiun Kedungjati pernah menjadi percabangan jalur menuju Ambarawa dan hingga kini masih melayani perjalanan kereta api di Jawa Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer