Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kampung Notodiningratan Solo, Jejak Kawasan Bangsawan Keraton

S
Penulis: Siti Putri Lestari❯
Kawasan Kampung Notodiningrat. (Siti Putri/Radar Solo)
Kawasan Kampung Notodiningrat. (Siti Putri/Radar Solo)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Di balik hiruk pikuk kawasan pusat Kota Surakarta, terdapat sebuah kampung yang menyimpan jejak sejarah panjang perkembangan kota dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kampung Notodiningratan yang berada di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, menjadi salah satu kawasan bersejarah yang namanya masih bertahan hingga kini.

Tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman, kampung ini juga menyimpan kisah mengenai tokoh bangsawan yang pernah memiliki peran penting dalam pemerintahan Keraton Surakarta.

Secara administratif, Kampung Notodiningratan merupakan bagian dari wilayah Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Letaknya yang berada di kawasan pusat kota menjadikan kampung ini memiliki akses yang mudah menuju berbagai pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, maupun kebudayaan. Kedekatannya dengan lingkungan Keraton Surakarta juga menjadikan kawasan ini tidak terlepas dari dinamika sejarah perkembangan kota pada masa lampau.

Dari sisi geografis, Kampung Notodiningratan berada di kawasan dataran rendah khas Kota Solo dengan lingkungan yang didominasi permukiman padat penduduk. Jalan-jalan kampung yang saling terhubung menjadi akses utama mobilitas masyarakat, sementara berbagai fasilitas umum turut mendukung aktivitas warga sehari-hari.

Meski perkembangan kota terus berlangsung, suasana kekeluargaan dan budaya gotong royong masih menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Kampung Notodiningratan.

Nama Notodiningratan diyakini berasal dari gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Adipati (K.R.A.) Notodiningrat, seorang tokoh yang memiliki kedudukan penting dalam struktur pemerintahan Keraton Surakarta. Seperti banyak kampung tua di Kota Solo, penamaan wilayah berdasarkan nama tokoh bangsawan merupakan hal yang lazim terjadi pada masa lalu.

Kawasan tempat tinggal para pejabat keraton kemudian dikenal masyarakat dengan nama pemilik atau tokoh yang pernah bermukim di wilayah tersebut hingga akhirnya menjadi nama kampung yang digunakan sampai sekarang.

”Menurut yang saya ketahui, Kampung Notodiningratan itu dahulu banyak sekali di tinggali oleh kerabat keraton kasunanan. Dari nama nya saja sudah menunjukan ya bahwa kampung ini wilayah hadiningrat,” ujar Eka Wiraja, tokoh masyarakat setempat.

Kini, Kampung Notodiningratan telah berkembang menjadi bagian dari kawasan perkotaan yang dinamis. Namun, di balik perubahan tersebut, kampung ini tetap menyimpan identitas sejarah yang menjadi pengingat akan eratnya hubungan antara perkembangan permukiman masyarakat dengan perjalanan Keraton Surakarta.

Advertisement

Artikel Terkait

Asal-usul Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan: Kampung yang memiliki kesejahteraan

Asal-usul Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan: Kampung yang memiliki kesejahteraan

Kampung Jantirejo di Kelurahan Sondakan menyimpan sejarah lisan yang sarat makna. Berasal dari kata "Janti" dan "Rejo", nama kampung ini dimaknai sebagai permukiman yang diharapkan tumbuh makmur, rukun, dan sejahtera.

Asal Usul Kampung Premulung Solo, Kisah Deretan Pohon Mangga Di Tepian Sungai

Asal Usul Kampung Premulung Solo, Kisah Deretan Pohon Mangga Di Tepian Sungai

Kampung Premulung, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo dikenal sebagai sentra perajin canting cap batik. Terka penamaan kampung ini, diyakini dari pohon pelem mulung yang tumbuh di bantaran sungai.

Asal Usul Penamaan Kampung Sewu, Terselip Potret Perdagangan di Tepian Sungai Bengawan Solo

Asal Usul Penamaan Kampung Sewu, Terselip Potret Perdagangan di Tepian Sungai Bengawan Solo

Kampung Sewu di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo menyimpan jejak sejarah kejayan perdagangan di tepian Sungai Bengawan Solo, hingga kisah prajurit Nayaka Sewu milik Keraton Kasunanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer