Crab Mentality: Semua Ingin Berhasil, Tapi Mengapa Sulit Melihat Orang Lain Sukses?

SOLOBALAPAN.COM - "Kok sekarang berubah, ya?"
"Baru segitu saja sudah dipamerkan."
"Jangan terlalu semangat, nanti juga capek sendiri."
Kalimat-kalimat semacam ini mungkin pernah kita dengar. Bahkan, bisa jadi pernah kita ucapkan tanpa berpikir panjang. Sekilas terdengar seperti candaan atau komentar biasa.
Namun, jika terus diulang, ucapan semacam itu dapat menjadi cara halus untuk mematahkan semangat seseorang yang sedang berusaha berkembang.
Fenomena tersebut dikenal sebagai crab mentality, istilah yang diambil dari perilaku kepiting di dalam ember.
Konon, ketika satu kepiting mencoba memanjat keluar, kepiting lain akan menariknya kembali hingga tidak ada satu pun yang berhasil lolos.
Analogi ini kemudian digunakan untuk menggambarkan kecenderungan manusia yang merasa tidak nyaman melihat orang lain melangkah lebih jauh.
Yang menarik, crab mentality tidak selalu lahir dari kebencian. Justru, ia sering muncul dari orang-orang yang paling dekat.
Teman yang tiba-tiba berubah sinis ketika kita mendapat pekerjaan baru. Rekan kerja yang menganggap seseorang "cari muka" hanya karena bekerja lebih giat.



