SOLOBALAPAN.COM - Nama Pratiwi Noviyanthi kembali menjadi perbincangan hangat setelah pengacara kontroversial Alvin Lim menyebutnya sebagai pelacur.
Pernyataan ini dilontarkan Alvin Lim saat mempertanyakan sumber pendanaan yayasan milik Pratiwi Noviyanthi atau yang kerap disapa Teh Novi, yang selama ini dikenal membantu masyarakat melalui kanal YouTube-nya.
Melalui akun TikTok @tono7788, Alvin Lim mengklarifikasi bahwa penyebutannya terhadap Teh Novi bukanlah tuduhan, melainkan pertanyaan.
Ia menegaskan, kalimat yang ia ucapkan adalah bentuk keraguan terhadap jumlah uang yang dimiliki Pratiwi.
"Kalau saya bilang Novi adalah pelacur berarti saya nuduh dia pelacur. Tapi pertanyaan saya, uangnya dari mana? Apakah pelacur?" kata Alvin.
Alvin merasa wajar mempertanyakan sumber pendanaan Teh Novi, mengingat jumlah yang harus dikeluarkan untuk yayasan, rumah mewah, dan mobil Alphard yang dimiliki Pratiwi sangat besar.
Ia bahkan memperkirakan biaya yang harus ditanggung Teh Novi mencapai Rp6 miliar per bulan.
"Saya meragukan dengan jumlah subscriber dia yang jutaan bisa mendapatkan uang segitu," imbuh Alvin.
Tidak hanya tuduhan soal "jual diri", nama Pratiwi juga dikaitkan dengan isu jual-beli anak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Tuduhan ini semakin memperkeruh citra publik terhadap dirinya.
Namun, Pratiwi tidak tinggal diam. Dengan dukungan pengacara kondang Hotman Paris, ia memutuskan untuk melaporkan tuduhan tersebut ke pihak berwajib.
Hotman Paris menilai tuduhan ini sebagai pencemaran nama baik yang serius.
Dalam sebuah video di TikTok @kendha_jee, Hotman terlihat mendampingi Pratiwi untuk melaporkan kasus tersebut.
"Lihatlah pendamping teh Novi berkelas," tulis caption dalam video tersebut.
Alvin Lim menawarkan solusi untuk meredakan kontroversi ini: audit keuangan.
Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk membuktikan apakah pernyataan dan tuduhannya benar atau keliru.
"Kalau memang saya salah, kita audit aja keuangan Novi. Jadi jangan sampai ada orang berpikiran buruk," katanya.
Namun, hingga kini belum ada kabar pasti apakah audit ini akan dilakukan. (lz)
Editor : Laila Zakiya