SOLOBALAPAN.COM - Selama lebih dari satu abad, jaringan kereta api di Indonesia hanya beroperasi di Pulau Jawa dan Sumatra.
Namun, sejarah baru tercipta ketika Sulawesi resmi memiliki layanan kereta api pertama. Kehadiran jalur kereta di Pulau Sulawesi menjadi tonggak penting dalam pemerataan pembangunan transportasi nasional, sekaligus membuka babak baru bagi masyarakat Indonesia Timur.
Layanan penumpang pertama di Sulawesi dikenal dengan nama KA Andalan Celebes. Kereta ini beroperasi di jalur Makassar–Parepare, yang merupakan bagian dari proyek pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi.
Jalur tersebut dibangun secara bertahap oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan konektivitas di Sulawesi.
Baca Juga: Kereta Api Angkutan Batu Bara, Tulang Punggung Logistik Energi di Sumatra
KA Andalan Celebes mulai melayani penumpang pada 29 Oktober 2022 di lintas Maros–Barru.
Seiring berkembangnya pembangunan jalur, layanan kereta kemudian diperpanjang hingga mencapai Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati transportasi berbasis rel di Pulau Sulawesi.
Nama Andalan Celebes dipilih untuk mencerminkan harapan agar kereta ini menjadi moda transportasi andalan masyarakat Sulawesi.
Baca Juga: Mengapa Banyak Stasiun Kereta Api di Indonesia Bergaya Belanda?
Kehadirannya sekaligus menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya masyarakat di pulau tersebut dapat menikmati layanan kereta api penumpang.
Berbeda dengan jaringan kereta api di Pulau Jawa yang telah berkembang selama puluhan tahun, jalur Makassar–Parepare dibangun menggunakan teknologi dan infrastruktur modern.
Rel, stasiun, hingga sistem persinyalan dirancang untuk mendukung operasional kereta api yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
Kehadiran KA Andalan Celebes tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.
Jalur Makassar–Parepare menghubungkan kawasan permukiman, pusat perdagangan, hingga daerah yang memiliki potensi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Selain melayani penumpang, proyek Trans Sulawesi juga diproyeksikan mendukung distribusi logistik pada masa mendatang.
Dengan jaringan rel yang terus dikembangkan, kereta api diharapkan menjadi alternatif transportasi yang mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya serta meningkatkan efisiensi pengiriman barang.
Meski usianya masih tergolong muda dibandingkan jaringan kereta api di Jawa maupun Sumatra, kehadiran KA Andalan Celebes menjadi simbol pemerataan pembangunan infrastruktur nasional.
Jalur ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel kini mulai berkembang di luar dua pulau utama Indonesia.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan Trans Sulawesi akan terus diperluas hingga menghubungkan lebih banyak wilayah.
Dengan demikian, KA Andalan Celebes diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
Editor : Kabun Triyatno