SOLOBALAPAN.COM - Beberapa tahun lalu, mengoleskan sunscreen sebelum keluar rumah belum menjadi kebiasaan banyak orang.
Kini, langkah sederhana tersebut mulai menjadi bagian dari rutinitas harian, baik sebelum berangkat bekerja, kuliah, maupun sekolah.
Kesadaran untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari pun perlahan meningkat.
Baca Juga: Spider-Man Kembali ke Bioskop, Mengapa Pahlawan Super Ini Tak Pernah Kehilangan Penggemar?
Namun, meningkatnya penggunaan sunscreen belum selalu diiringi dengan pemahaman yang tepat mengenai fungsinya.
Sebagian orang masih menganggap sunscreen sekadar pelengkap rutinitas perawatan kulit atau menggunakannya untuk mencegah kulit menjadi lebih gelap.
Padahal, fungsi utamanya adalah membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang diterima hampir setiap hari.
Baca Juga: Temukan Anak Kucing Jalanan di Lokasi Syuting, Cinta Laura Putuskan Mengadopsinya
Gambaran tersebut terlihat dalam penelitian berjudul “Persepsi dan Kebiasaan Penggunaan Sunscreen pada Remaja: Implikasi terhadap Kesehatan Kulit Wajah”.
Penelitian terhadap 68 responden berusia 11-22 tahun itu menunjukkan bahwa seluruh responden telah mengenal sunscreen dan sebagian besar menggunakannya setiap hari.
Di sisi lain, mayoritas responden mengaku memperoleh informasi mengenai sunscreen dari media sosial, sedangkan edukasi dari tenaga kesehatan maupun sekolah masih tergolong minim.
Baca Juga: Girl Group NO NA Rilis Teaser Baru "HONK", Om Telolet Om Kembali Terdengar
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran menggunakan sunscreen mulai tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya remaja.
Namun, literasi mengenai fungsi, cara penggunaan, hingga pentingnya perlindungan kulit dari sinar matahari masih perlu ditingkatkan.
Dengan kata lain, kebiasaan memakai sunscreen mulai terbentuk, tetapi pemahaman mengenai kesehatan kulit belum sepenuhnya berkembang.
Baca Juga: Suara Mirip Belum Tentu Asli, Kenali Modus Penipuan Berbasis AI
Mengapa Kulit Membutuhkan Perlindungan?
Indonesia merupakan negara tropis yang mendapat paparan sinar matahari hampir sepanjang tahun.
Kondisi ini membuat kulit terpapar sinar ultraviolet dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tidak hanya ketika cuaca sedang terik atau saat berlibur ke pantai.
Berangkat bekerja menggunakan sepeda motor, berjalan kaki dari tempat parkir menuju kantor atau kampus, menunggu angkutan umum, hingga membeli makan siang di luar ruangan merupakan aktivitas sederhana yang membuat kulit terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Red Flag dan Green Flag, Istilah yang Makin Populer di Kalangan Gen Z
Meski berlangsung dalam waktu singkat, paparan tersebut terjadi berulang hampir setiap hari sehingga berpotensi memberikan dampak bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit. Dalam jangka pendek, kulit dapat mengalami kemerahan, terasa perih (sunburn), atau menggelap.
Sementara itu, paparan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu munculnya flek hitam, mempercepat tanda-tanda penuaan dini (photoaging), hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit.
Baca Juga: On This Day: 11 Momen Penting Di Tanggal 29 Juli, Lahirnya NASA Sampai Hari Harimau Sedunia
Di sinilah sunscreen berperan. Produk ini bukan berfungsi untuk memutihkan kulit, melainkan membantu mengurangi dampak paparan sinar UV sehingga risiko kerusakan kulit dapat diminimalkan.
Meski demikian, efektivitasnya juga dipengaruhi oleh pemilihan produk dan cara penggunaan yang tepat.
Salah satu hal yang masih sering menjadi perhatian adalah pemahaman mengenai SPF (Sun Protection Factor).
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa semakin tinggi angka SPF pada kemasan, semakin sempurna pula perlindungan yang diberikan.
Akibatnya, ada yang merasa cukup mengoleskan sunscreen sekali saja untuk beraktivitas seharian.
Baca Juga: Amanda Manopo Alami Kulit Kering hingga Rambut Rontok Saat Menyusui
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Tinjauan pustaka berjudul “Potensi Keberagaman SPF (Sun Protection Factor) Sunscreen terhadap Perlindungan Paparan Sinar Ultraviolet Berdasarkan Iklim di Indonesia” menjelaskan bahwa sunscreen dengan SPF 15 mampu memberikan perlindungan sekitar 93 persen terhadap sinar UV, SPF 30 sekitar 96,7 persen, sedangkan SPF 50 sekitar 98 persen.
Perbedaan tingkat perlindungannya memang tidak terlalu besar. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia, penelitian tersebut merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan minimal SPF 30.
Meski demikian, memilih SPF yang sesuai bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas sunscreen.
Baca Juga: Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Direktur BUMN yang Terjaring OTT KPK
Produk juga perlu digunakan dalam jumlah yang cukup serta diaplikasikan kembali sesuai kebutuhan, terutama setelah banyak berkeringat atau beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.
Paparan sinar matahari merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang sulit dihindari, terutama di negara tropis seperti Indonesia.
Karena itu, menggunakan sunscreen dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan kulit.
Agar manfaatnya lebih optimal, penggunaannya perlu disertai pemahaman yang benar sehingga tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap kulit dari dampak paparan sinar UV.
Editor : Adi Pras