
SOLOBALAPAN.COM - Pernah merasa wajah tiba-tiba perih saat memakai skincare yang biasanya baik-baik saja? Atau kulit mendadak lebih kering dan mudah memerah setelah mencoba produk baru?
Banyak orang mengira penyebabnya karena produknya tidak cocok. Padahal, bisa saja yang sedang bermasalah adalah skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit.
Lapisan ini punya tugas penting menjaga kelembapan kulit sekaligus melindunginya dari berbagai paparan dari luar, mulai dari polusi, sinar matahari, bakteri, hingga zat yang bisa memicu iritasi.
Sayangnya, masih banyak orang yang sibuk mengejar kulit glowing dengan mencoba berbagai produk, tetapi lupa menjaga “benteng” utama kulitnya.
Apa Itu Skin Barrier?
Kalau diibaratkan sebuah rumah, skin barrier adalah tembok yang melindungi bagian dalamnya. Selama tembok itu kuat, isi rumah akan tetap aman.
Begitu pula dengan kulit. Selama skin barrier bekerja dengan baik, kelembapan kulit tetap terjaga dan paparan dari luar tidak mudah masuk.
Dikutip dari penelitian jurnal berjudul “Literature Review: Potensi Ceramide Sebagai Bahan Aktif untuk Skin Barrier dan Hidrasi Kulit pada Sediaan Kosmetik”, skin barrier membantu mengurangi hilangnya air dari permukaan kulit atau transepidermal water loss (TEWL).
Karena itu, ketika lapisan ini rusak, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga terasa kering dan menjadi lebih sensitif.
Tanpa disadari, lapisan pelindung ini bekerja setiap hari. Saat berangkat kerja atau kuliah di bawah terik matahari, berkendara di tengah polusi, atau berada di ruangan ber-AC selama berjam-jam, skin barrier terus bekerja menjaga kondisi kulit tetap stabil.



