SOLOBALAPAN.COM – Kue Moho merupakan kue khas Solo yang belum banyak diketahui oleh wisatawan luar kota.
Tampilan Kue Moho yang cantik memberikan keindahan visual tersendiri ketika akan dimakan.
Selain karena visualnya yang cantik, Kue Moho ini juga memiliki rasa manis yang mengenyangkan.
Banyak orang yang belum mengetahui bahwa Kue Moho merupakan salah satu kuliner yang diadaptasi dari kue yang populer di kalangan masyarakat Tionghoa.
Selain karena nikmat, biasanya kue Moho juga menjadi pelengkap sesajen saat menjelang Imlek.
Awalnya Kue Moho diproduksi oleh etnis Tionghoa yang tinggal di daerah Sudiroprajan tau Balong.
Kemudian seiring berjalannya waktu, mulai banyak pedagang Kue Moho yang tersebar di Kota Solo.
Masyarakat Solo menyebutnya Kue Moho, tetapi kalangan Tionghoa menyebutnya hwat kwee.
Kue ini sekilas mirip dengan bolu kukus, tetapi memiliki tekstur yang lebih padat.
Kue Moho ini terbuat dari tape singkong, gandum, dan gula yang kemudian ditambahkan air.
Adonan kemudian diberi pewarna makanan seperti merah muda atau coklat untuk memberi tampilan yang lebih menarik.
Baca Juga: Sita 12 Botol Miras, Polisi Gerebek Warung Remang-remang di Ringroad Mojosongo pada Kamis Dini Hari
Salah satu pedagang yang masih menjual Kue Moho berada di daerah Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.
Tepatnya berada di area Keraton Baluwarti, Pintu Gapit Barat.
Karena itulah kue moho ini dikenal dengan Kue Moho Lawang Gapit.
Usaha Kue Moho Lawang Gapit ini sudah berdiri selama 10 tahun.
Kue Moho Baluwarti ini berbeda dengan kue moho umumnya, karena ukurannya yang besar.
Para pembeli biasanya membeli kue moho sebagai camilan ketika minum teh ataupun kopi.
Penikmat kue moho dapat dibilang banyak, baik dari kalangan orang dewasa bahkan sampai anak-anak.
Selain Kue Moho, di tempat ini juga menyediakan makanan tradisional lainnya, seperti onde-onde, cakwe, donat, dan bolang-baling.
Harga yang ditawakan juga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 1.500 per kue.
Anda bisa membeli Kue Moho Baluwarti ini mulai buka pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. (mgn/taza)
Editor : Laila Zakiya