Outing Class Unik, Siswa Belajar Nilai Islam Lewat Wayang di Pengging


SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah pola pembelajaran yang kerap terjebak pada metode konvensional, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mencoba menghadirkan pendekatan berbeda.
Puluhan siswa kelas IV diajak belajar konsep Islam berkemajuan melalui media budaya, yakni wayang golek.
Kegiatan outing class tersebut digelar di Masjid Besar Ciptomulyo Pengging, Banyudono, Boyolali, Senin (13/4/2026).
Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena nilai historisnya dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Solo dan sekitarnya.
Koordinator Tim Kelas IV, Eka Pratiwi Nugrahini, mengatakan pembelajaran di luar kelas ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung konteksnya.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Masjid ini merupakan cagar budaya dengan nilai sejarah kuat, sehingga relevan untuk mengenalkan konsep Islam berkemajuan,” ujarnya.
Materi disampaikan secara interaktif oleh Ki Pujiono, dalang wayang golek sekaligus Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono. Melalui pertunjukan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menuntut ilmu, berakhlak, serta berkontribusi bagi masyarakat.
“Saat ini kalian sedang dalam perjalanan menuntut ilmu. Lakukan dengan sungguh-sungguh dan jadilah generasi yang memberi manfaat,” pesan Ki Pujiono kepada siswa.
Baca Juga: Nasib Gaji ke-13 ASN 2026 di Tengah Gejolak Ekonomi: Tetap Cair Juni atau Ada Penyesuaian?
Pendekatan berbasis budaya ini dinilai lebih efektif dibanding metode ceramah semata. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga menangkap pesan melalui visual, cerita, dan tokoh yang ditampilkan.



