Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksplorasi Gerak Melalui Properti, Koreografi “Undo” Adaptasi Ide Lewat Tangga Bambu

L
Penulis: Laila Zakiya❯
Koreografi Undo. (DOK: Riza/ISI Surakarta) 
Koreografi Undo. (DOK: Riza/ISI Surakarta) 

Advertisement

 

SOLOBALAPAN.COM - Bagaimana jika barang di sekitar kita dijadikan bahan untuk menggarap suatu karya? Atau bagaimana jika sesuatu yang kita temui di kehidupan sehari-hari digunakan untuk memantik terciptanya gagasan ide?

Koreografi properti namanya. Membedah gagasan dan cara berpikir melalui pendekatan visual dan verbal pada sesuatu yang kita temui setiap hari di sekitar kita.

Advertisement

Properti yang biasa dikenal sebagai elemen pendukung pada penyusunan sebuah karya tari kini menjadi elemen utama yang akan digarap oleh koreografer. 

Koreografer akan melakukan bedah karya melalui unsur-unsur gagasan yang ditemukan lewat adanya properti tertentu. Terkadang ide-ide muncul sebagaimana representasi mengenai sudut lain tentang properti itu. 

Koreografi Undo. (DOK: Riza/ISI Surakarta) 
Koreografi Undo. (DOK: Riza/ISI Surakarta) 

Satu karya lahir dari eksplorasi koreografi properti. Judul karyanya adalah “Undo”. Karya ini terinspirasi dan digagas dari ketertarikan dan keunikan tangga bambu yang biasa digunakan para kuli bangunan bekerja di lapangan.

Tema besarnya adalah mengangkat nilai kegigihan, kekuatan, dan perjalanan seseorang menggapai mimpi. Bagaimana seseorang melewati haling rintang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 

Karya ini mencoba merepresentasikan dinamika hidup melalui gerak dan interaksi dengan properti utamanya yakni tangga bambu. 

Meskipun tangga bambu identik dengan maskulinitas, seluruh penari dan koreografernya adalah perempuan. Mereka mematahkan stigma diskriminasi gender melalui karya ini. 

Karya ”Undo” diciptakan oleh Kelompok Daraswara. Mereka menginisasi gerakan-gerakan yang bersifat repetitif dan tegas. Beberapa gerak bersifat dinamis dimana penari akan menguasai panggung pertunjukan.  

Advertisement
Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan

Artikel Terkait

Cap Tangan di Gua Indonesia Ini Berusia 67.800 Tahun, Ternyata Salah Satu Karya Seni Tertua di Dunia

Cap Tangan di Gua Indonesia Ini Berusia 67.800 Tahun, Ternyata Salah Satu Karya Seni Tertua di Dunia

Cap tangan di Liang Metanduno, Sulawesi Tenggara, terbukti berusia minimal 67.800 tahun. Temuan seni cadas tertua di dunia ini memperkuat bukti jejak peradaban purba serta migrasi manusia modern di Nusantara.

Tari Bondan Payung: Tari Klasik Jawa yang Merepresentasikan Kasih Sayang Seorang Ibu

Tari Bondan Payung: Tari Klasik Jawa yang Merepresentasikan Kasih Sayang Seorang Ibu

Tari Bondan Payung merupakan tari yang merepresentasikan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya serta kesiapan seorang perempuan menjadi seorang ibu rumah tangga, Tari Bondan Payung memiliki tiga properti yang unik.

Kejutan di Tengah Hutan! Seniman Denmark Sulap 25 Ton Kayu Bekas Jadi Troll Raksasa Tersembunyi

Kejutan di Tengah Hutan! Seniman Denmark Sulap 25 Ton Kayu Bekas Jadi Troll Raksasa Tersembunyi

Patung troll raksasa buatan Thomas Dambo tak hanya berukuran besar, tetapi juga dibuat dari barang bekas dan sengaja disembunyikan di tengah alam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer