SOLOBALAPAN.COM - Naik kereta biasanya cuma soal berangkat dari satu stasiun dan sampai di stasiun tujuan. Namun, mulai sekarang ada aktivitas lain yang bisa dilakukan selama perjalanan, terutama buat kamu yang suka mengoleksi sesuatu dari tempat yang dikunjungi. KAI menghadirkan Stamp Railly, program berburu stempel khas di sejumlah stasiun Jabodetabek.
Program ini resmi diperkenalkan pada 24 Agustus 2026 oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama KAI Commuter.
Konsepnya cukup unik karena penumpang diajak mengunjungi beberapa stasiun untuk mengumpulkan stempel yang desainnya dibuat berbeda-beda.
Ide tersebut terinspirasi dari eki stamp, tradisi mengoleksi stempel di stasiun yang cukup populer di Jepang.
Biasanya, setiap stasiun memiliki stempel dengan desain yang menggambarkan ciri khas tempat tersebut. Konsep serupa kini hadir di Indonesia lewat Stamp Railly.
Baca Juga: Alasan Pembahasan RUU Perampasan Aset Alot Terkuak! DPR Sebut Beda Konsep dari KUHAP dan UU Polri
Untuk mengumpulkan stempelnya, KAI menyediakan Stamp Railly Passport seharga Rp60.000. Buku kecil ini menjadi tempat untuk menyimpan koleksi stempel dari setiap stasiun yang dikunjungi.
Selain sebagai tempat cap, passport tersebut juga memuat informasi mengenai stasiun-stasiun yang masuk dalam program.
Ada 10 stasiun yang menjadi bagian dari Stamp Railly, yaitu Bogor, Universitas Indonesia, Manggarai, Jakarta Kota, BNI City, Jatinegara, Tanah Abang, Tanjung Priok, Pasar Senen, dan Gambir.
Masing-masing memiliki desain stempel tersendiri yang mengambil inspirasi dari karakter atau hal yang identik dengan stasiun dan kawasan di sekitarnya.
Menariknya, berburu stempel ini nggak harus dilakukan dalam perjalanan khusus. Penumpang bisa memanfaatkan perjalanan Commuter Line yang memang sudah biasa mereka lakukan.
Salah satu rute yang bisa dicoba adalah Bogor–Universitas Indonesia–Manggarai–Jakarta Kota, sehingga beberapa stempel dapat dikumpulkan dalam satu perjalanan.
Baca Juga: Hanum Mega Terseret Isu "Penitipan Uang" Gara-Gara Spekulasi Netizen, Langsung Chat Lucinta Luna unt
Lokasi booth Stamp Railly berada di area stasiun yang sudah ditentukan. Untuk beberapa stasiun, penumpang bahkan bisa mengambil stempel tanpa harus keluar dari area peron atau melakukan perjalanan tambahan.
Namun, ada pengecualian di Pasar Senen dan Tanjung Priok, karena booth stempelnya berada di luar area stasiun. Sementara untuk Gambir, aksesnya berkaitan dengan ketentuan masuk area stasiun dan perjalanan kereta antarkota.
Stamp Railly juga memberi pengalaman yang sedikit berbeda dari sekadar jalan-jalan naik kereta. Setiap stempel yang dikumpulkan menjadi semacam tanda bahwa seseorang pernah singgah di tempat tersebut.
Apalagi desainnya dibuat berbeda, sehingga mengumpulkan seluruh stempel terasa seperti menyelesaikan satu koleksi.
Program seperti ini sebenarnya sudah cukup dikenal di Jepang melalui budaya eki stamp. Di sana, berburu stempel bisa menjadi aktivitas tambahan saat bepergian menggunakan kereta. Penumpang bisa sengaja turun di stasiun tertentu hanya untuk mencari cap yang belum mereka punya.
Lewat Stamp Railly, konsep tersebut dibawa ke perjalanan kereta di Jabodetabek. Bedanya, kamu nggak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk mencobanya. Cukup naik kereta, mampir ke stasiun yang masuk daftar, lalu cari booth Stamp Railly untuk mendapatkan capnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Film, Istimewa Hadirkan Enam Anak Disabilitas sebagai Pemeran Utama
Stamp Railly Passport sendiri bisa didapatkan melalui C.Merch.Official dan sejumlah loket stasiun yang ditunjuk. Jadi, buat yang memang berniat mengumpulkan semua stempel, perjalanan dari satu stasiun ke stasiun lain bisa sekaligus dijadikan agenda berburu koleksi.
Selain seru untuk koleksi pribadi, konsep ini juga membuat perjalanan dengan kereta terasa sedikit berbeda. Stasiun yang biasanya hanya menjadi tempat transit kini bisa punya tujuan tersendiri. Apalagi daftar stempelnya mencakup stasiun dengan karakter yang cukup beragam, mulai dari Bogor hingga Jakarta Kota.
Pada akhirnya, Stamp Railly bukan cuma soal mendapatkan cap di sebuah buku. Ada perjalanan yang ikut tersimpan di setiap halaman. Satu stempel berarti satu stasiun yang pernah didatangi, dan semakin lengkap koleksinya, semakin banyak pula cerita perjalanan yang terkumpul.
Jadi, kalau biasanya naik kereta cuma buat sampai tujuan, sekarang ada alasan lain untuk sengaja turun di stasiun tertentu: berburu stempel. Siapa tahu, perjalanan naik kereta berikutnya malah berubah jadi misi mengumpulkan Stamp Railly sampai lengkap. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber