Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Whoosh, Kereta Cepat Pertama di Asia Tenggara, Ini Tiga Jenis Layanan Premiumnya

Luthfiana Sekar • Senin, 13 Juli 2026 | 17:00 WIB
Kereta Cepat Whoosh melayani perjalanan Jakarta–Bandung dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam dan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. (Pinterest)
Kereta Cepat Whoosh melayani perjalanan Jakarta–Bandung dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam dan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. (Pinterest)

SOLOBALAPAN, TRAVEL - Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung yang dahulu identik dengan kemacetan atau memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan kereta konvensional, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 45 menit. Perubahan tersebut hadir melalui Whoosh, kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara yang mulai beroperasi secara komersial pada Oktober 2023.

Kehadiran Whoosh menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi nasional. Untuk pertama kalinya, masyarakat Indonesia dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta berkecepatan tinggi dengan teknologi modern yang selama ini hanya ditemui di beberapa negara maju seperti Jepang, Tiongkok, hingga Korea Selatan.

Nama Whoosh sendiri merupakan singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat. Nama tersebut dipilih melalui sayembara nasional dan mencerminkan semangat menghadirkan moda transportasi yang cepat, efisien, sekaligus nyaman bagi masyarakat.

Whoosh dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan melayani rute Jakarta–Bandung sepanjang sekitar 142 kilometer. 

Baca Juga: Menikmati Bentang Alam Indonesia, Ini Fasilitas Mewah dan Eksklusif Kereta Panoramic KAI Wisata

Perjalanan dimulai dari Stasiun Halim, kemudian berhenti di Karawang, Padalarang, dan berakhir di Stasiun Tegalluar Summarecon di Kabupaten Bandung.

Dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam, Whoosh mampu memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi sekitar 45 menit. 

Kecepatan tersebut menjadikannya kereta tercepat yang pernah beroperasi di Indonesia sekaligus kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Meski melaju dengan kecepatan tinggi, pengalaman berada di dalam Whoosh terasa nyaman. Saat kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun, perubahan kecepatannya berlangsung halus sehingga penumpang hampir tidak merasakan hentakan. 

Dari balik jendela yang lebar, pemandangan gedung-gedung Jakarta perlahan berganti menjadi hamparan sawah, perbukitan, hingga pegunungan Jawa Barat hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Layanan Premium Luxury Sleeper KAI, Sensasi Menginap di Hotel Berjalan di Atas Rel

Tak hanya menawarkan kecepatan, Whoosh juga menghadirkan berbagai fasilitas premium. Penumpang dapat memilih tiga kelas layanan, yaitu Premium Economy Class, Business Class, dan First Class. 

Seluruh kursi dirancang ergonomis dengan ruang kaki yang lega, dilengkapi colokan listrik, port USB, meja lipat, bagasi kabin, hingga Wi-Fi gratis selama perjalanan.

Khusus di First Class, penumpang memperoleh kursi yang lebih luas dengan konfigurasi yang lebih eksklusif serta berbagai layanan tambahan untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan.

Dari sisi teknologi, Whoosh menggunakan rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) yang digerakkan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. 

Sistem ini membuat kereta mampu melaju dengan kecepatan tinggi, menghasilkan suara yang lebih senyap, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi berbahan bakar fosil.

Satu rangkaian Whoosh terdiri dari delapan kereta dengan panjang sekitar 209 meter dan mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang dalam satu perjalanan. Seluruh sistem operasionalnya dirancang mengikuti standar keselamatan kereta cepat internasional.

Baca Juga: Sehari di Wonogiri: Naik Kereta Rp4 Ribu hingga Menyusuri “Pantai Tanpa Pasir”

Selain memberikan pengalaman perjalanan yang lebih singkat, kehadiran Whoosh juga membawa dampak bagi berbagai sektor. 

Mobilitas masyarakat antara Jakarta dan Bandung menjadi lebih efisien sehingga mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, hingga pariwisata. 

Kawasan di sekitar stasiun pun mulai berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan hadirnya berbagai fasilitas komersial dan kawasan terpadu.

Sejak diresmikan, Whoosh juga menjadi salah satu daya tarik wisata transportasi di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat yang mencoba menaiki kereta cepat ini bukan hanya untuk bepergian, tetapi juga merasakan sensasi perjalanan menggunakan moda transportasi berkecepatan tinggi untuk pertama kalinya.

Lebih dari sekadar sarana transportasi, Whoosh menjadi simbol kemajuan teknologi perkeretaapian Indonesia. Kehadirannya menunjukkan bahwa sistem transportasi nasional terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman, sekaligus membuka babak baru perjalanan kereta api di Tanah Air.

Editor : Kabun Triyatno
#kereta api whoosh #kereta cepat #stasiun #WHOOSH #transportasi