Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Layanan Premium Luxury Sleeper KAI, Sensasi Menginap di Hotel Berjalan di Atas Rel

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Interior Kereta Luxury Sleeper yang menawarkan kursi rebah dan fasilitas premium untuk perjalanan jarak jauh yang lebih nyaman. (Google)
Interior Kereta Luxury Sleeper yang menawarkan kursi rebah dan fasilitas premium untuk perjalanan jarak jauh yang lebih nyaman. (Google)

Advertisement

SOLOBALAPAN, TRAVEL — Perjalanan jarak jauh menggunakan moda transportasi kereta api kini tidak lagi identik dengan rasa lelah, pegal, atau sulit beristirahat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sukses mendobrak paradigma tersebut dengan menghadirkan layanan Luxury Sleeper.

Ini adalah sebuah kelas premium yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan layaknya menginap di kamar hotel berbintang, namun berada di atas jalur rel yang terus melaju.

Advertisement

Berbeda secara signifikan dengan kereta kelas eksekutif standar, Luxury Sleeper dirancang khusus untuk memberikan pengalaman perjalanan yang jauh lebih privat, tenang, dan eksklusif. Kompartemen ini sangat cocok bagi para pebisnis maupun wisatawan yang mendambakan kenyamanan paripurna sepanjang jalan.

Eksklusivitas Kabin Privat: Hanya 26 Kursi Per Gerbong

Salah satu daya tarik utama dari gerbong Luxury Sleeper adalah pembatasan jumlah kapasitas penumpang yang sangat ketat.

Advertisement

Berbeda dengan gerbong komersial biasa yang padat, dalam satu kereta Luxury Sleeper hanya disediakan sekitar 26 kursi saja.

Kebijakan ini membuat ruang antarpenumpang menjadi sangat lapang, lega, sekaligus menciptakan atmosfer kabin yang hening bebas bising.

Setiap kursi penumpang didesain eksklusif menyerupai kabin pribadi terisolasi.

Kursi pintar ini sudah dilengkapi dengan fitur full reclining yang memungkinkan posisinya direbahkan secara maksimal hingga hampir sejajar dengan posisi tidur.

Penumpang pun bisa meluruskan badan dengan leluasa dan beristirahat secara optimal tanpa perlu khawatir mengganggu ruang duduk penumpang di belakangnya.

Advertisement
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Sempat Hilang di Stasiun Kereta, Ini Kisah di Balik 'Seven Pillars of Wisdom' Memoar Legendaris Lawrence of Arabia

Sempat Hilang di Stasiun Kereta, Ini Kisah di Balik 'Seven Pillars of Wisdom' Memoar Legendaris Lawrence of Arabia

Mengulas Seven Pillars of Wisdom, memoar perang T. E. Lawrence yang dituding sejarawan kurang objektif dan terlalu mendramatisasi perannya di Timur Tengah.

Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak seperti Mobil? Ini Alasannya

Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak seperti Mobil? Ini Alasannya

Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibandingkan mobil. Bobot rangkaian, kecepatan, gaya gesek roda dan rel, hingga sistem pengereman menjadi beberapa faktor penyebabnya.

Mengenal Southern Cross, Salah Satu Stasiun Tertua Melbourne yang Masih Sibuk Sampai Sekarang

Mengenal Southern Cross, Salah Satu Stasiun Tertua Melbourne yang Masih Sibuk Sampai Sekarang

Southern Cross Station adalah salah satu pusat transportasi utama Melbourne yang sudah berdiri sejak 1859 dan mengalami perubahan besar hingga menjadi stasiun modern seperti sekarang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer