SOLOBALAPAN.COM – Banyak perkampungan di Kota Solo yang penamaannya mengambil dari pepohonan yang pernah tumbuh di wilayah setempat.
Salah satunya Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon.
Asal usul penamaan kampung ini juga diambil dari salah satu jenis flora.
Kampung Losari merupakan bagian dari kawasan selatan Kota Bengawan.
Baca Juga: Sejarah dan Asal-usul Nama Kampung Sondakan Solo: Dari Segelas Degan Hijau untuk Pakubuwono II
Meski namanya tidak sepopuler kampung bersejarah lainnya di Solo, Losari tetap memiliki identitas yang terjaga sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam.
Secara geografis, Kampung Losari lokasinya tak jauh dari aliran Sungai Bengawan Solo. Menjadikan kawasan ini ikut merasakan dinamika perkembangan kota.
Mulai dari perubahan fungsi lahan, pertumbuhan jumlah penduduk, hingga berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Jejak Kampung Semanggi Solo, Berawal dari Hamparan Tanaman hingga Bandar Bengawan
Berbagai fasilitas umum dan permukiman terus bertambah. Dibarengi dengan aktivitas sosial masyarakat yang kian beragam.
Di balik perubahan tersebut, cerita mengenai asal-usul Kampung Losari tetap menjadi identitas yang melekat dan tidak hilang ditelan zaman.
Bagi masyarakat setempat, sejarah kampung bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang terbentuknya sebuah wilayah yang kini menjadi bagian penting dari Kelurahan Semanggi dan Kota Solo secara keseluruhan.
Berbeda dengan kampung-kampung di Solo yang penamaannya berasal dari nama tokoh, jabatan keraton, maupun profesi masyarakat di masa Kerajaan Mataram, asal usul Kampung Losari justru berasal dari jenis flora.
Beragam versi mengenai lahirnya nama kampung coba diterjemahkan oleh para sesepuh atau tokoh masyarakat setempat.
Cerita ini diwariskan turun-temurun kepada generasi muda secara lisan, sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Tradisi tutur tersebut menjadi salah satu cara masyarakat dalam menjaga memori kolektif mengenai perjalanan kampung, yang telah ada jauh sebelum kawasan ini berkembang menjadi permukiman padat penduduk seperti sekarang ini.
Baca Juga: Kampung Notodiningratan Solo, Jejak Kawasan Bangsawan Keraton
“Dulu konon katanya, di kawasan Kampung Losari ini tumbuh sebuah pohon loa atau sejenis beringin yang ukurannya besar. Sehingga nama kampung di sini diambil dari pohon loa itu,” ujar tokoh masyarakat Kampung Losari Sugiman.
Sugiman menambahkan, penamaan "Losari" berasal dari keberadaan pohon atau bunga loa yang dulu tumbuh subur di kawasan tersebut.
Di masa lalu, Kampung Losari masih berupa lahan terbuka dengan banyak ditumbuhi vegetasi alami.
Pohon dan bunga loa menjadi salah satu tanaman yang paling mudah dijumpai dan dikenal. Hingga akhirnya dijadikan penanda kawasan di sana.
"Dari situlah nama "Losari" dipercaya muncul dan terus diwariskan secara turun-temurun sebagai identitas kampung," bebernya. (siti putri lestari/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto