Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jejak Kampung Semanggi Solo, Berawal dari Hamparan Tanaman hingga Bandar Bengawan

S
Penulis: Siti Putri Lestari❯
Gapura Kampung Semanggi, Pasar Kliwon
Gapura Kampung Semanggi, Pasar Kliwon

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Di selatan Kota Solo terdapat sebuah kampung tua yang menyimpan jejak panjang perjalanan sejarah kota. Kampung Semanggi, yang kini menjadi bagian dari Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, bukan sekadar kawasan permukiman padat penduduk, tetapi juga merekam kisah asal-usul namanya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Nama Semanggi diyakini berasal dari tanaman semanggi (Marsilea crenata) yang pada masa lalu tumbuh sangat melimpah di kawasan tersebut. Kondisi geografis yang berada di tepian Bengawan Solo, dipenuhi persawahan, rawa, dan genangan musiman, menjadikan tanaman air itu berkembang subur.

Tanaman semanggi saat itu bukan hanya menjadi bagian dari bentang alam, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan dan sayuran. Karena keberadaannya yang mendominasi kawasan, masyarakat kemudian menyebut wilayah tersebut sebagai Semanggi, nama yang bertahan hingga sekarang.

Selain menggambarkan kondisi alam, penamaan itu juga mencerminkan tradisi masyarakat Jawa tempo dulu yang lazim memberi nama kampung berdasarkan unsur paling menonjol di wilayahnya, baik berupa tumbuhan, kondisi geografis, mata pencaharian, maupun tokoh yang pernah tinggal di kawasan tersebut.

Pernah Menjadi Bandar Sungai

Advertisement

Secara historis, kawasan Semanggi telah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram Islam dan semakin berkembang setelah berdirinya Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada 1745.

Letaknya yang berada di tepian Bengawan Solo menjadikan Semanggi memiliki posisi strategis sebagai jalur transportasi sungai sekaligus pintu perdagangan menuju Kota Surakarta. Pada masa itu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu bandar sungai yang ramai dilalui pedagang dari berbagai daerah.

Seiring berkembangnya pusat pemerintahan Keraton Surakarta, kawasan Semanggi tumbuh menjadi permukiman yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang dan menjadi salah satu kawasan penting di sisi selatan kota.

Cerita Turun-Temurun tentang Pakubuwono IV

Selain dikaitkan dengan keberadaan tanaman semanggi, masyarakat juga mewariskan cerita lisan mengenai asal-usul nama kampung tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Asal-usul Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan: Kampung yang memiliki kesejahteraan

Asal-usul Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan: Kampung yang memiliki kesejahteraan

Kampung Jantirejo di Kelurahan Sondakan menyimpan sejarah lisan yang sarat makna. Berasal dari kata "Janti" dan "Rejo", nama kampung ini dimaknai sebagai permukiman yang diharapkan tumbuh makmur, rukun, dan sejahtera.

Asal Usul Kampung Setabelan Solo, Tempat Kumpul Pasukan Artileri Keraton Kasunanan Yang Jago Meriam

Asal Usul Kampung Setabelan Solo, Tempat Kumpul Pasukan Artileri Keraton Kasunanan Yang Jago Meriam

Kampung Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Solo menyimpan sejarah sebagai kawasan yang diyakini berkaitan dengan pasukan meriam atau artileri milik Keraton Kasunanan di masa penjajahan.

Asal Usul Kampung Premulung Solo, Kisah Deretan Pohon Mangga Di Tepian Sungai

Asal Usul Kampung Premulung Solo, Kisah Deretan Pohon Mangga Di Tepian Sungai

Kampung Premulung, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo dikenal sebagai sentra perajin canting cap batik. Terka penamaan kampung ini, diyakini dari pohon pelem mulung yang tumbuh di bantaran sungai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer