Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jalan Slamet Riyadi Jadi Lokasi Car Free Night di Akhir Tahun, Ternyata Dulu Begini Sejarahnya

Nindia Aprilia • Kamis, 21 Desember 2023 | 17:57 WIB
Jalan Slamet Riyadi Tahun 1896-1905
Jalan Slamet Riyadi Tahun 1896-1905

SOLOBALAPAN.COM - Jalan slamet riyadi atau yang sekarang menjadi salah satu titik car free night di Kota Solo merupakan salah satu jalan utama di kota solo.

dilansir dari instagram, jalan ini memiliki sejarah yang panjang yaitu pada masa pemerintahan Belanda.

Awalnya jalan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Belanda untuk menghubungkan antara Solo dan Semarang. 

Dengan begitu Pemerintah Hindia Belanda membangun jalan besar utama sepanjang 5 kilometer. Jalan ini membujur dari arah barat ke timur sesuai dengan tujuannya menjadi penghubung solo dan Semarang.

Kemudian jalan ini diresmikan oleh Belanda dengan nama pertamanya yaitu Wilhelminastraat atau jalan Wilhelmina.

Pemberian nama untuk jalan ini juga tidak main-main dan tentunya memiliki filosofi. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan yang dilakukan kepada Ratu Belanda. Nama yang digunakan untuk jalan ini adalah nama ratu Belanda "Ratu Wilhelmina". 

Seiring berjalannya waktu, mulai ada pembangunan lain disana termasuk jalur kereta api. Hal ini membuat jalan slamet riyadi makin dikenal oleh semua orang.

Jalur kereta api tersebut menghubungkan antara Purwosari menuju ke Sangkrah. Kemudian diubahlah nama jalan ini menjadi Poerwosariweg atau Jalan Besar Purwosari. 

Pada masa itu jalan slamet riyadi ini sangat dimanfaatkan oleh Belanda untuk segala kepentingannya. Oleh karena itu sampai sekarang masih banyak bangunan peninggalan Belanda di sepanjang jalannya.

Rupanya Belanda menggunakan jalan slamet riyadi untuk ruang strategis, kemudian hal tersebutlah yang dimanfaatkan pemerintah hindia belanda untuk menunjukkan kekuasaanya. 

Selain itu juga setelah jalan ini menjadi jalan utama, banyak komunitas asing yang memanfaatkannya guna kepentingan perekonomian. 

Mereka membuka mulai membuka toko, hotel, pabrik dan juga pusat hiburan. Beberapa yang dibuka disana yaitu toko daging kemasan "permesan", toko keju "edam", toklobato, dan lain sebagainya.

Sampai saat ini Jalan Slamet Riyadi mash menjadi jalan utama. Apalagi di akhir tahun nanti akan ada Car Free Night yang digelar saat perayaan malam tahun baru.

Dalam acara tersebut juga terdapat beberapa event yang wajib dikunjungi apalagi bisa melihat jalan slamet riyadi di masa kini. Tentunya masih ada bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh disana. (nda)

PUKUL TERBANG: Bupati Ipuk didampingi Wabup Sugirah, Sekkab Mujiono, dan jajaran pejabat Fopimda meluncurkan B-Fest 2024 di Pantai Marina Boom, Minggu (17/12).
PUKUL TERBANG: Bupati Ipuk didampingi Wabup Sugirah, Sekkab Mujiono, dan jajaran pejabat Fopimda meluncurkan B-Fest 2024 di Pantai Marina Boom, Minggu (17/12).
Editor : Nindia Aprilia
#car free night #sejarah #belanda #jalan slamet riyadi #solo