Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Raja Solo Sekarang? Ini Daftar Lengkap Pemimpin Keraton Surakarta dari Masa ke Masa

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 6 November 2025 - 22:55 WIB

 

Paku Buwono XIII duduk di singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (26/1/2025).
Paku Buwono XIII duduk di singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (26/1/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Masyarakat Solo dan Indonesia baru saja diselimuti duka atas wafatnya Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII, pada Minggu, 2 November 2025.

Berpulangnya KGPH Hangabehi di usia 77 tahun ini menandai berakhirnya satu era kepemimpinan.

Kepergian sang raja juga menyisakan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Siapa yang akan melanjutkan takhta Keraton Solo?

Kini, pertanyaan tersebut telah resmi terjawab. Kepemimpinan Keraton Solo telah memasuki era baru.

Siapa Raja Solo Sekarang? (Per November 2025)

Raja Solo yang baru adalah putra bungsu dari mendiang PB XIII, KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rojo Putra Narendra ing Mataram, yang selama ini akrab disapa Gusti Purbaya.

Gusti Purbaya secara resmi telah dinobatkan menggantikan ayahnya dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV (PB XIV).

Baca Juga: Sejarah Baru Keraton Solo! Putra Mahkota Tegaskan Ikrar Jumeneng Noto Sebagai SISKS Pakubuwono XIV di Depan Jenazah PB XIII

Momen penobatan ini berlangsung penuh haru karena digelar di depan jenazah sang ayah pada Rabu, 5 November 2025, sesaat sebelum jenazah PB XIII diberangkatkan ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.

Dengan naiknya Gusti Purbaya, era kepemimpinan Keraton Solo kini resmi dipegang oleh generasi muda.

Daftar Raja Solo dari Masa ke Masa

Untuk mengenal lebih jauh, berikut adalah daftar Raja Keraton Surakarta Hadiningrat (Raja Solo) yang telah memimpin sejak keraton ini berdiri pada tahun 1745.

1. Paku Buwono II (1745-1749)

Raja pertama Kasunanan Surakarta.

Ia adalah sosok yang memindahkan pusat kerajaan dari Kartasura ke Desa Sala (Surakarta) pada tahun 1745, setelah peristiwa Geger Pecinan yang menghancurkan keraton sebelumnya.

2. Paku Buwono III (1749-1788)

Pada masa pemerintahannya, ditandatangani Perjanjian Giyanti (1755) yang membagi wilayah Mataram menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta (Solo) dan Kasultanan Yogyakarta.

3. Paku Buwono IV (1788-1820)

Dikenal dengan julukan "Sunan Bagus" karena ketampanannya.

Ia sangat dekat dengan ulama dan dikenal sebagai pujangga yang melahirkan karya sastra besar seperti Wulang Sunu dan Serat Sasana Prabu.

Ia juga yang mendirikan Masjid Agung Surakarta.

4. Paku Buwono V (1820-1823)

Meskipun masa kepemimpinannya sangat singkat (hanya tiga tahun), ia dikenal sebagai pemrakarsa penyusunan Serat Centhini, salah satu karya sastra Jawa paling monumental.

5. Paku Buwono VI (1823-1830)

Dikenal sebagai raja pejuang yang secara diam-diam mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda.

Akibat sikapnya itu, ia ditangkap, dilengserkan, dan diasingkan oleh Belanda ke Ambon hingga wafat.

6. Paku Buwono VII (1830-1858)

Memerintah di masa yang relatif damai setelah Perang Diponegoro berakhir.

Di eranya, dunia sastra Jawa kembali berkembang pesat dengan hadirnya pujangga besar Ranggawarsita.

7. Paku Buwono VIII (1858-1861)

Naik takhta di usia yang sudah sangat lanjut (69 tahun) dan memerintah hanya selama tiga tahun.

8. Paku Buwono IX (1861-1893) M

emerintah selama lebih dari tiga dekade. Masanya dikenal sebagai era transisi menuju modernitas, namun oleh Ranggawarsita disebut sebagai "zaman edan" karena banyaknya penyimpangan oleh pejabat keraton.

Baca Juga: Maha Menteri Tedjowulan Jalankan Tugas Ad Interim Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Suksesi Pakubuwono XIV Ditunda 40 Hari

9. Paku Buwono X (1893-1939)

Dianggap sebagai raja terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Keraton Surakarta modern.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami kemakmuran dan modernisasi besar-besaran.

Ia membangun banyak ikon Kota Solo, seperti Pasar Gede Hardjonagoro, Stadion Sriwedari, dan Taman Balekambang.

10. Paku Buwono XI (1939-1945)

Memimpin di masa-masa paling sulit, yaitu saat Perang Dunia II dan pendudukan Jepang, yang menyebabkan kekayaan keraton terkuras dan ekonomi Surakarta mengalami krisis.

11. Paku Buwono XII (1945-2004)

Naik takhta di usia sangat muda (20 tahun), tepat di tahun kemerdekaan Indonesia.

Pada masa pemerintahannya, status Daerah Istimewa Surakarta (DIS) dicabut oleh pemerintah pusat. Ia kemudian mendedikasikan sisa hidupnya untuk menjaga peran Keraton Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

12. Paku Buwono XIII (2004-2025)

Raja yang baru saja wafat.

KGPH Hangabehi memimpin keraton selama dua dekade di tengah arus modernisasi.

Ia dikenal berkomitmen menjaga tradisi keraton dan pelestarian naskah-naskah kuno.

13. Paku Buwono XIV (2025-Sekarang)

Gusti Purbaya, yang kini mendeklarasikan sebagai Raja Solo, menggantikan ayahnya dan menandai era baru bagi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Namun, hingga artikel ini ditulis sosok putra Paku Buwono XIII ini belum dilantik. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#keraton surakarta #dari Masa ke Masa #raja solo #pemimpin