SOLOBALAPAN.C0M - Di Dusun Ngloji, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, berdiri sebuah makam yang penuh sejarah dan makna spiritual, Makam Nyi Ageng Karang.
Setiap tahun, makam ini menjadi tujuan ziarah utama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Tak hanya masyarakat umum, para pejabat pun kerap datang untuk berziarah, berharap keberkahan dan ketenangan batin.
Nyi Ageng Karang: Pejuang Perempuan Era Penjajahan
Nyi Ageng Karang, yang memiliki nama asli Raden Ayu Sulbiyah, dikenal sebagai istri Pangeran Diponegoro dan seorang pejuang tangguh.
Dalam perjuangan melawan penjajah Belanda, ia tidak hanya mendampingi Pangeran Diponegoro, tetapi juga memimpin laskar perempuan yang turut bertempur di medan perang.
Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan oleh Belanda, Nyi Ageng Karang memilih mengasingkan diri.
Ia bertapa di hutan belantara yang kini menjadi wilayah Kabupaten Karanganyar. Pengabdiannya kepada perjuangan dan meditasinya di kawasan ini menciptakan jejak spiritual yang terus dirasakan hingga kini.
Cikal Bakal Kabupaten Karanganyar
Menurut Riyadi, seorang warga setempat, keberadaan makam Nyi Ageng Karang menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Kabupaten Karanganyar.
Kini, makam ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya tak benda, simbol penghormatan atas peran heroiknya.
“Makam ini sering menjadi tujuan pejabat dan tokoh masyarakat. Banyak yang datang untuk menenangkan diri, bahkan meditasi, karena percaya akan mendapatkan ketenangan batin,” ungkap Riyadi.
Magnet Spiritual Bagi Pejabat dan Tokoh
Ziarah ke makam Nyi Ageng Karang tidak hanya dilakukan untuk mengenang perjuangan beliau, tetapi juga untuk tujuan spiritual.
Baca Juga: Fenomena Aneh di Ndrokilo Wonogiri: Larangan Mengambil Ikan Berlebih dan Cahaya Misterius
Banyak pejabat yang datang berharap mendapat berkah kenaikan pangkat atau jabatan. Beberapa bahkan menginap selama beberapa hari untuk meditasi.
“Rata-rata pengunjung merasa batinnya tenteram setelah ziarah atau meditasi di sini,” tambah Riyadi.
Makam Pendamping Raden Mas Jauhari
Tak jauh dari makam Nyi Ageng Karang, terdapat makam Raden Mas Jauhari, yang diyakini sebagai pendiri Dusun Ngloji. Keberadaan kedua makam ini menambah nilai historis dan spiritual kawasan tersebut.
Makam Nyi Ageng Karang adalah pengingat abadi tentang perjuangan seorang perempuan luar biasa yang tidak hanya bertempur melawan penjajah tetapi juga meninggalkan warisan spiritual bagi generasi penerus. (rud/an)