Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Makanan Baru Ramai Dicoba Setelah Viral?

R
Penulis: Rahma Azra Calista❯
Media sosial kini menjadi salah satu sumber utama rekomendasi kuliner. Ulasan dan video makanan yang berulang kali muncul dapat mendorong seseorang untuk tertarik mencobanya. (AI Generated)
Media sosial kini menjadi salah satu sumber utama rekomendasi kuliner. Ulasan dan video makanan yang berulang kali muncul dapat mendorong seseorang untuk tertarik mencobanya. (AI Generated)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Sebuah kedai baru tidak selalu langsung dipenuhi pembeli. Ada yang melewati hari-hari pertamanya dengan suasana biasa saja. Namun, beberapa minggu kemudian, kondisinya berubah.

Meja mulai penuh, antrean terlihat mengular, bahkan pengunjung rela datang lebih awal agar tidak kehabisan. Menariknya, perubahan itu sering kali terjadi setelah video tentang makanan tersebut berulang kali muncul di TikTok atau Instagram.

Fenomena seperti ini semakin mudah ditemui. Banyak orang kini mengenal sebuah makanan bukan dari cerita teman atau keluarga, melainkan dari media sosial. Saat ingin mencari rekomendasi kuliner, mereka lebih dulu membuka TikTok atau Instagram.

Mereka menonton beberapa video, membaca komentar, lalu melihat bagaimana orang lain menggambarkan rasa, porsi, hingga suasana tempat makannya. Dari sana, muncul daftar tempat yang ingin dikunjungi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa cara orang memilih makanan perlahan ikut berubah. Dahulu, keputusan mencoba sebuah menu lebih banyak dipengaruhi rekomendasi dari orang terdekat. Kini, rekomendasi itu datang dari layar ponsel.

Advertisement

Dalam hitungan menit, seseorang bisa melihat puluhan ulasan tentang makanan yang sama, lengkap dengan gambar, video, dan pengalaman orang yang sudah lebih dulu mencobanya.

Menariknya, keinginan untuk membeli tidak selalu muncul saat melihat satu unggahan. Justru setelah makanan yang sama berkali-kali lewat di beranda, rasa ingin tahu mulai tumbuh.

Hari ini melihat video seorang food reviewer, besok muncul lagi dari akun lain, lalu disusul unggahan teman yang ternyata juga ikut mencobanya. Tanpa disadari, makanan yang awalnya terasa biasa saja perlahan berubah menjadi sesuatu yang ingin dicicipi.

Hal itu sering terjadi dalam keseharian. Seseorang mungkin sedang mencari hiburan di media sosial, bukan berniat mencari tempat makan. Namun, di sela-sela video yang ditonton, muncul konten tentang makanan yang sedang ramai dibicarakan.

Video tersebut menampilkan proses pembuatannya, isian yang melimpah, atau ekspresi puas orang yang mencicipinya. Konten serupa terus bermunculan hingga akhirnya memunculkan keinginan untuk datang dan membuktikan sendiri seperti apa rasanya.

Advertisement
Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Jebakan Doomscrolling, Mengapa Otak Anda Sulit Tenang Saat Bermain Ponsel Jelang Tidur

Jebakan Doomscrolling, Mengapa Otak Anda Sulit Tenang Saat Bermain Ponsel Jelang Tidur

Scrolling media sosial sebelum tidur dapat mengakibatkan cemas

Sepakati Jalur Damai, Snap Selesaikan Gugatan Hukum Terkait Kecanduan Media Sosial pada Remaja

Sepakati Jalur Damai, Snap Selesaikan Gugatan Hukum Terkait Kecanduan Media Sosial pada Remaja

Snap selesiaikan gugatan hukum kecanduan media sosial

Kasus Dugaan Pelecehan Siswa SMA di Solo Meluas, Tiga Wali Murid Sekolah Lain Datangi Sekolah

Kasus Dugaan Pelecehan Siswa SMA di Solo Meluas, Tiga Wali Murid Sekolah Lain Datangi Sekolah

Kasus dugaan pelecehan seksual siswa SMA di Solo berdampak pada sejumlah pelajar. Siswa yang diduga menjadi pelaku mengundurkan diri, sementara korban mendapat pendampingan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer