SOLOBALAPAN.COM - Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, semakin melambung di kancah balap internasional, terutama setelah prestasinya yang gemilang di berbagai sirkuit dunia, termasuk Mugello.
Namun, di balik talentanya yang luar biasa, ada satu sosok sentral yang menjadi arsitek utama kariernya sejak dini: sang ayah, Sudarmono, seorang mantan pembalap nasional.
Sudarmono: DNA Pembalap yang Diturunkan ke Sang Anak
Sudarmono bukanlah nama asing di dunia balap Tanah Air.
Pria asal Gunungkidul, Yogyakarta ini merupakan mantan pembalap nasional yang malang melintang di berbagai kejuaraan, khususnya di kelas Supersport 600.
Pengalaman dan pengetahuannya yang mendalam tentang dunia balap menjadi fondasi utama dalam membina putranya menjadi pembalap masa depan.
Tempaan Sejak Dini: Dari Lahan Parkir Pasar Hewan
Kisah Veda sebagai pembalap dimulai sejak ia berusia 4 tahun, saat Sudarmono mulai mengenalkannya pada motor kecil dan motocross dengan pendekatan yang menyenangkan. Latihan pun tidak selalu dilakukan di sirkuit mewah.
Mereka kerap memanfaatkan fasilitas sederhana seperti lahan parkir pasar hewan untuk berlatih rutin, sebuah bukti dedikasi dan semangat pantang menyerah.
Sejak usia 6 tahun, Veda sudah aktif di kejuaraan motocross, dan pada usia 9 tahun, ia mulai fokus ke road race yang menjadi spesialisasinya hingga kini.
Mons54 Racing School: Mencetak Juara dari Gunungkidul
Untuk memformalkan metode pelatihannya, Sudarmono mendirikan Mons54 Private Racing School.
Di sekolah balap inilah Veda dan talenta-talaneta muda lainnya ditempa secara profesional.
Sudarmono secara langsung mengajarkan teknik vital seperti racing line, analisis lintasan, hingga manajemen tekanan saat balapan.
Fondasi Kokoh: Dukungan Penuh Keluarga dan Tim Profesional
Tentu, Sudarmono tidak sendiri. Ada ibunda Veda, Melina, yang selalu memberikan dukungan moral tak ternilai.
Selain itu, dukungan dari PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi pilar krusial yang memfasilitasi Veda untuk dapat berkompetisi di ajang-ajang bergengsi level dunia.
Berkat sinergi ini, Veda bisa unjuk gigi di kompetisi elite seperti Asia Talent Cup, Red Bull MotoGP Rookies Cup, dan FIM JuniorGP, panggung yang mengantarkannya menjadi salah satu pembalap muda paling menjanjikan di dunia.
Kisah sukses Veda Ega Pratama adalah bukti nyata bahwa seorang juara lahir dari perpaduan sempurna antara talenta, didikan keras seorang ayah yang berpengalaman, dukungan keluarga yang tak tergoyahkan, serta pembinaan profesional yang terstruktur.
Perjalanannya menjadi inspirasi dan cetak biru bagi pengembangan bibit-bibit pembalap di Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo