SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Gelaran Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 untuk Tangkai Lomba Penulisan Lakon resmi berakhir. Kompetisi bergengsi tingkat wilayah ini sukses diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selama dua hari, Senin–Selasa (13–14/7).
Wakil Rektor I UMS sekaligus perwakilan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng, Ihwan Susila, menegaskan bahwa selesainya kompetisi ini bukan menjadi akhir dari perjalanan kreatif para mahasiswa. Momen ini justru harus menjadi batu loncatan untuk mengasah minat dan bakat seni ke tingkat yang lebih tinggi.
"Tentu kita bersyukur, akhirnya selesai perjuangan Anda. Tapi ini bukan akhir, karena ini merupakan awal dari pengembangan minat dan bakat Anda di bidang seni, terutama dalam penulisan lakon," ujar Prof. Ihwan saat menutup acara, Selasa (14/7).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMS sebagai tuan rumah. Pihak kampus berharap, fasilitas dan pelayanan yang diberikan dapat memicu embrio keberhasilan serta menunjang karier kepenulisan para peserta di masa depan.
Tercatat sebanyak 16 perguruan tinggi di Jawa Tengah mengirimkan delegasi terbaiknya dalam tangkai lomba ini. Para peserta ditantang memeras ide dan kreativitas selama delapan jam untuk menyusun naskah drama utuh dengan tema besar "Lingkungan Hidup".
Salah satu dewan juri, Bambang Mawardi, memberikan catatan positif terhadap karya-karya peserta. Ia berharap naskah-naskah potensial yang telah lahir dalam kompetisi ini tidak berhenti di meja penjurian, melainkan bisa dibukukan atau diterbitkan.
Mahasiswa Universitas Pekalongan Sabet Juara I
Dominasi kompetisi tahun ini dipuncaki oleh Dini Ulfiana, delegasi dari Universitas Pekalongan (Unikal) yang berhasil keluar sebagai Juara I. Naskah yang ia susun selama delapan jam tersebut menyoroti benturan realitas sosial dan lingkungan di era modern.
Baca Juga: Penggeledahan Selesai, KPK Buka Segel Ruang Kerja Bupati Sukoharjo Nonaktif Etik Suryani
"Naskah saya tentang lingkungan hidup. Jadi berbicara tentang komparasi kehidupan manusia tradisional dan modern zaman sekarang, perbedaannya apa saja, termasuk dari lingkup kemanusiaannya," papar Dini.
Dini mengaku, kepiawaiannya merangkai dialog lakon berawal dari kebiasaannya menulis skrip film pendek. Berkat kemenangan ini, ia berhak menjadi wakil Jawa Tengah dan menargetkan posisi podium di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) mendatang.
Sementara itu, prestasi membanggakan juga diraih tuan rumah melalui Ananda Luthfi Purnomo dari UMS yang sukses mengamankan Juara 3. Luthfi menulis naskah berlatar belakang eksploitasi alam di tanah Papua.
"Naskahnya cerita tentang adaptasi orang-orang yang suka mengeruk kekayaan bumi di Papua, namun akhirnya mereka terjebak di sana. Harapannya kalau bisa diterbitkan tanpa merogoh kocek sendiri, tentu sangat memicu semangat," ungkap Luthfi. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com