SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Suasana di kawasan Gapura Gladag, Solo, semakin semarak menjelang pelaksanaan Upacara Adat Hajad Dalem Malam 1 Suro. Setelah sebelumnya dipasang baliho jumbo bergambar SISKS Paku Buwono XIV Hangabehi, kini muncul baliho berukuran besar lainnya yang menampilkan Fadli Zon, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, dan GKR Koes Moertiyah Wandansari.
Baliho tersebut dipasang di kawasan strategis yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, hingga akses menuju Alun-alun Utara Keraton Surakarta.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemasangan baliho kedua dilakukan sejak Sabtu (6/6). Kehadiran baliho tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya publikasi terkait program revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang saat ini tengah berjalan.
Baca Juga: Tak Ingin Sendirian di Penjara, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap Seret 26 Nama di Skandal Korupsi MBG
Juru bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakoenagoro, mengatakan pemasangan baliho merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk memperkuat publikasi mengenai revitalisasi kawasan cagar budaya nasional tersebut.
“Sesuai arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengutamakan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka publikasi yang baik menjadi prioritas,” ujarnya, Senin (8/6).
Sosialisasi Revitalisasi Keraton Surakarta
Menurut Kanjeng Pakoenagoro, baliho tersebut menjadi salah satu media publikasi atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026.
Selain menampilkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, baliho juga memuat foto KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Surakarta, serta GKR Koes Moertiyah Wandansari selaku Ketua Lembaga Dewan Adat dan Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta.
Ia menambahkan, ke depan akan ada publikasi lain yang berisi informasi mengenai program revitalisasi maupun berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan di lingkungan Keraton Surakarta.
Baca Juga: Geram Dituding Jatuh Miskin, Via Vallen Ungkap Alasan Jual Sederet Aset Mewahnya
“Ke depan, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan baik,” jelasnya.
Dinilai Perkuat Hubungan Keraton dan Pemerintah
Secara terpisah, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KOH Eddy Wirabhumi, menilai pemasangan baliho tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar media informasi.
Menurutnya, keberadaan baliho yang memuat pesan pelestarian Keraton Surakarta mencerminkan semakin eratnya hubungan antara institusi keraton dengan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan.
“Ini menyambungkan hubungan keraton dengan negara, keraton dengan pemerintah. Memang dimulai dari Kementerian Kebudayaan, tetapi jangan lupa bahwa di antara elemen-elemen penting pertahanan negara, pertahanan budaya justru menempati posisi yang sangat penting,” ujarnya.
Eddy menilai pusat-pusat kebudayaan seperti Keraton Surakarta harus terus mendapatkan perhatian dan dukungan negara karena memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya bangsa.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara keraton dan pemerintah telah menghasilkan langkah nyata berupa revitalisasi kawasan keraton, baik secara fisik maupun nonfisik.
“Komunikasi dan hubungan antara Karaton dengan pemerintah telah menghasilkan langkah nyata berupa revitalisasi kawasan keraton, baik secara fisik maupun non-fisik. Jangan sampai persoalan-persoalan kecil menjadi penghambat tersambungnya keraton dengan negara. Yang terpenting adalah bagaimana pusat budaya seperti Keraton Surakarta dapat terus dilestarikan dan diperkuat untuk kepentingan bangsa,” pungkasnya. (ves/an)
Editor : Admin