
SOLONALAPAN.COM - Dalam dunia perkeretaapian, terdapat istilah gradien, yaitu tingkat kemiringan suatu jalur rel kereta api.
Gradien biasanya dinyatakan dalam satuan permil (‰) atau persen (%), yang menunjukkan seberapa besar kenaikan atau penurunan jalur dalam jarak tertentu.
Semakin besar nilai gradien, semakin curam jalur tersebut sehingga membutuhkan kemampuan lokomotif dan sistem pengereman yang lebih baik.
Dikutip dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), jalur dengan gradien curam memerlukan pengoperasian khusus.
Masinis harus mengatur kecepatan secara cermat, sementara lokomotif harus memiliki tenaga yang cukup agar mampu menarik rangkaian kereta ketika melewati tanjakan.
Baca Juga: Stasiun Lampegan Berusia Lebih 1 Abad, Penjaga Terowongan Kereta Api Bersejarah di Cianjur
Salah satu jalur yang dikenal memiliki gradien cukup curam berada di lintas Cikadongdong–Lampegan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Jalur pegunungan ini merupakan bagian dari lintas selatan Jawa yang dibangun pada masa Hindia Belanda.
Selain memiliki tikungan tajam, lintasan ini juga melewati sejumlah jembatan dan berada tidak jauh dari Terowongan Lampegan, salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia.
Selain lintas Lampegan, jalur Padalarang–Purwakarta di Jawa Barat juga memiliki beberapa tanjakan dan turunan yang menantang.
Kondisi geografis yang berbukit membuat jalur ini memerlukan pengoperasian yang hati-hati, terutama saat kereta membawa beban berat atau melintas pada musim hujan.



