SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Suasana tenang di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen mendadak berubah menjadi kepanikan, Sabtu (25/4).
Kerangka bangunan SMA unggulan yang tengah dibangun tiba-tiba ambruk dalam hitungan detik, menimpa para pekerja yang sedang beraktivitas di bawahnya.
Jeritan dan teriakan minta tolong pecah di lokasi proyek saat rangka baja ringan runtuh tanpa peringatan. Sedikitnya tujuh tukang menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka tertimbun material bangunan yang seketika berubah menjadi puing-puing.
Baca Juga: Siap Comeback? Marc Marquez Raih Pole Position di Kualifikasi MotoGP Spanyol 2026
Dugaan awal mengarah pada konstruksi baja ringan yang tidak mampu menahan beban. Spesifikasi teknis material yang digunakan disebut-sebut tidak sesuai standar, sehingga struktur bangunan gagal menopang rangka atap.
Kepala Desa Kedawung, Riki Antono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden terjadi begitu cepat dan langsung mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi proyek berada tidak jauh dari kantor kecamatan.
“Iya benar, bangunan roboh. Saat ini kami fokus pada penanganan korban,” ujarnya.
Dari tujuh korban, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Namun lima lainnya harus menjalani perawatan intensif akibat luka serius di beberapa bagian tubuh.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Para pekerja yang terluka dievakuasi secara cepat menggunakan kendaraan darurat menuju rumah sakit terdekat. Dua korban dirujuk ke RSI Gemolong, sementara tiga lainnya dalam kondisi lebih kritis dilarikan ke RSI Moewardi untuk mendapatkan penanganan intensif.
Di lokasi kejadian, rangka baja ringan yang semula berdiri kokoh kini tampak ringsek dan berserakan di lantai bangunan. Gedung berukuran panjang 38 meter dan lebar 10,8 meter itu mengalami kerusakan parah, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut. Dugaan kelalaian hingga potensi kegagalan konstruksi tengah didalami guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Jadi Bintang Klip “Rabun Jauh”, Chemistry dengan Bernadya Bikin Netizen Baper!
Insiden ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya standar keselamatan dan kualitas konstruksi, terutama pada pembangunan fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi generasi mendatang. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto