Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ragis! Pesepeda 13 Tahun Meninggal Usai Tertabrak Kereta Api di Sragen

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯
Seorang remaja 13 tahun tewas tertabrak kereta api di perlintasan Gemolong, Sragen. (IST)
Seorang remaja 13 tahun tewas tertabrak kereta api di perlintasan Gemolong, Sragen. (IST)

Advertisement

 

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Dukuh Sidodadi, Desa Gemolong, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4) sore.

Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api saat mengendarai sepeda.

Advertisement

Korban diketahui berinisial CCP (13), warga Dukuh Sidodadi RT 02/RW 02, Kelurahan Gemolong. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, dr. Udayanti Proborini.

“Kami menerima laporan melalui Call Center PSC 119 sekitar pukul 16.25 WIB dari pihak RSI Yakssi Gemolong terkait kecelakaan kereta api yang membutuhkan penanganan medis dan ambulans,” jelasnya.

Advertisement

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PSC 119 segera berkoordinasi dengan jejaring Ambulance NU Gemolong untuk menuju lokasi kejadian.

Namun, saat petugas tiba dan melakukan asesmen, korban dinyatakan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Korban mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala, serta luka lecet dan lebam di tangan dan kaki.

“Kondisi korban mengalami fraktur terbuka pada bagian kepala. Setelah pemeriksaan di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSU Assalam Gemolong,” tambahnya.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim PSC 119 Sukowati, Inafis, personel TNI/Polri, pihak PT KAI, relawan, hingga masyarakat sekitar.

Advertisement

Artikel Terkait

Sudah Sepekan Belum Tuntas, Perbaikan Perlintasan Gambiran Sragen Dikeluhkan Warga

Sudah Sepekan Belum Tuntas, Perbaikan Perlintasan Gambiran Sragen Dikeluhkan Warga

Perlintasan sebidang Gambiran, Sine, Sragen masih dibiarkan berbatu setelah lebih dari sepekan diperbaiki. Warga khawatir membahayakan anak sekolah dan buruh pabrik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer