SOLOBALAPAN.COM – Mimpi Ousmane Dembele membawa Timnas Prancis menembus final Piala Dunia 2026 harus kandas. Les Bleus takluk 0-2 dari Spanyol pada laga semifinal, Rabu (15/7), sekaligus memperpanjang rekor buruk yang terus membayangi para peraih Ballon d'Or.
Kekalahan tersebut memastikan Dembele masuk dalam daftar pemain terbaik dunia yang gagal mengangkat trofi Piala Dunia setelah meraih penghargaan Ballon d'Or. Fenomena itu telah berlangsung sejak penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut pertama kali diberikan pada 1956.
Dembele kini menjadi peraih Ballon d'Or ketiga yang tersingkir di babak semifinal Piala Dunia. Sebelumnya, nasib serupa dialami Eusebio bersama Portugal pada edisi 1966 dan Michel Platini saat membela Prancis di Piala Dunia 1986.
Ironisnya, performa Dembele pada laga kontra Spanyol jauh dari ekspektasi. Penyerang Paris Saint-Germain itu kesulitan menembus pertahanan La Roja dan gagal memberikan dampak signifikan bagi lini serang Prancis.
Statistik pertandingan mencerminkan penampilan yang kurang maksimal. Dembele tercatat lima kali mencetak gol sepanjang turnamen, namun di semifinal ia kehilangan penguasaan bola hingga 17 kali, gagal melewati lawan dalam setiap percobaan dribel, serta baru mampu melepaskan dua tembakan pada masa injury time babak kedua ketika Prancis sudah tertinggal.
Penampilan di bawah standar itu menjadi sorotan tajam mengingat Dembele datang ke Piala Dunia dengan status sebagai pemain terbaik dunia dan salah satu kandidat utama yang diharapkan membawa Prancis kembali meraih gelar juara.
Mantan striker Timnas Prancis, Olivier Giroud, menilai rekan-rekan senegaranya gagal menunjukkan performa terbaik pada pertandingan terpenting di turnamen tersebut.
"Pemain-pemain terbaik kami tidak bermain seperti biasanya. Kami juga tidak mampu menciptakan peluang sebanyak pertandingan-pertandingan sebelumnya di turnamen ini," ujar Giroud kepada CBS Sports.
Kekalahan dari Spanyol sekaligus mengakhiri perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026. Sementara itu, La Roja melaju ke partai final dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil meredam salah satu lini serang paling produktif sepanjang turnamen.
Bagi Dembele, kegagalan ini menjadi catatan pahit dalam perjalanan kariernya. Meski telah meraih Ballon d'Or dan tampil impresif di level klub, ia masih harus menunggu kesempatan berikutnya untuk mematahkan kutukan panjang yang terus menghantui para peraih penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola tersebut. (an)
Sumber : solobalapan.com