SOLOBALAPAN, SEPAK BOLA — Keputusan mendadak terkait regulasi pertandingan pekan ke-34 Super League 2025/2026 kembali memicu gejolak panas di kalangan pencinta sepak bola tanah air.
Laga pamungkas krusial yang mempertemukan Persita Tangerang melawan Persis Solo resmi diputuskan bakal digelar tanpa penonton.
Titah tertutup ini dikeluarkan pasca-rapat koordinasi antara manajemen Pendekar Cisadane dengan Kepolisian Daerah (Polda) Banten pada Selasa (19/5/2026).
Faktor keamanan wilayah menjadi alasan utama di balik keluarnya rekomendasi sterilnya tribun stadion tersebut.
Pengumuman Resmi Manajemen Pendekar Cisadane
Melalui rilis di akun Instagram resminya, @persita.official, pihak manajemen meminta dengan sangat agar seluruh basis massa suporter dapat berlapang dada menerima keputusan pahit di akhir musim ini.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten hari Selasa (19/5), pertandingan Persita vs Persis pada 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB di Banten International Stadium akan diselenggarakan tanpa penonton, sesuai rekomendasi dari pihak keamanan,” bunyi pernyataan resmi klub.
Manajemen juga mengimbau agar loyalitas para Persita Fans dialihkan melalui layar kaca dari rumah masing-masing demi menjaga kondusivitas bersama.
Suporter Murka, Curiga Ada Aroma "Main Mata"
Keputusan sepihak ini langsung diserbu ribuan komentar miring dari netizen dan suporter setia Persita.
Banyak yang mempertanyakan kapabilitas aparat keamanan dalam mengawal laga yang sejatinya memiliki jumlah basis massa lokal yang tidak terlalu bergesekan.
Lebih jauh, atmosfer laga yang tertutup ini memantik kecurigaan liar di media sosial.
Mengingat Persis Solo tengah berjuang mati-matian di zona degradasi dengan koleksi 31 poin, absennya tekanan dari suporter tuan rumah dinilai menguntungkan Laskar Sambernyawa.
“Jujur janggal, adanya larangan seperti ini dan tertutupnya semua pintu tribun akan menjadi pertanyaan besar apakah akan ada kecurangan di dalamnya,” tulis akun @supporter_jabodetabek.bersatu penuh curiga.
“Misi penyelamatan Solo kah?” sindir warganet yang langsung viral mendapat banyak tanggapan dari suporter lain.
Tergusur ke BIS Akibat Terjangan Puting Beliung
Di luar polemik perizinan, Persita Tangerang sejatinya memang sedang dirundung nestapa terkait infrastruktur.
Mereka terpaksa menggunakan Banten International Stadium (BIS) di Serang sebagai markas pengungsian sementara akibat stadion utama mereka, Indomilk Arena, rusak parah.
Sebagai kilas balik, pada 30 Maret 2026 lalu, kawasan Indomilk Arena luluh lantak diterjang hujan deras disertai angin puting beliung.
Atap tribun utama roboh dan beterbangan, area tribun Selatan serta VIP hancur, hingga ratusan kursi penonton terlepas dari fondasinya.
Bagi Persita, laga ini sejatinya hanya tinggal menjaga gengsi karena posisi mereka sudah aman di papan tengah.
Namun bagi Persis Solo, ini adalah 90 menit penentu takdir.
Mereka wajib memenangi laga sunyi di Serang ini sembari berharap Madura United terjungkal di tangan PSM Makassar demi bisa tetap bernapas di kompetisi kasta tertinggi musim depan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo