Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

BYD M6 DM Cocok Buat Daerah yang Belum Siap 'Ngopeni' Mobil Listrik, Benarkah BYD Pasang Harga Tertinggi Rp390 Juta?

Laila Zakiya • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:15 WIB
BYD luncurkan mobil bermesin PHEV pertama di Indonesia, BYD M6 DM, pada Senin (18/5/2026). (BYD)
BYD luncurkan mobil bermesin PHEV pertama di Indonesia, BYD M6 DM, pada Senin (18/5/2026). (BYD)

 

SOLOBALAPAN.COM – BYD mulai memainkan strategi berbeda di pasar otomotif Indonesia. Setelah fokus pada mobil listrik murni, pabrikan asal Tiongkok itu kini menghadirkan BYD M6 DM, model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama mereka di Tanah Air.

Kehadiran mobil ini menarik perhatian bukan hanya karena teknologi yang dibawa, tetapi juga karena munculnya rumor harga yang ramai dibahas publik.

BYD M6 DM disebut bakal dibanderol mulai Rp310 juta hingga Rp390 juta.

Namun benarkah angka tersebut menjadi harga resmi?

Baca Juga: Jadwal Persib Bandung vs Persijap Jepara: Pangeran Biru Hanya Butuh 1 Poin Demi Cetak Sejarah Hattrick Juara

Rumor Harga Rp390 Juta Ramai, BYD Belum Umumkan Banderol Resmi

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai membicarakan daftar harga yang diduga milik BYD M6 DM.

Varian tertinggi bahkan disebut menyentuh angka Rp390 juta, sementara model dasar dikabarkan dibuka mulai kisaran Rp310 juta.

Menanggapi kabar tersebut, BYD Indonesia menegaskan perusahaan belum mengumumkan harga final kepada publik.

“Terkait informasi yang berada di media sosial tentang harga pre-booking. Jadi melalui ini secara official (resmi) sebenarnya BYD Indonesia belum menyampaikan ke publik harga kendaraan BYD M6 DM,” terang Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Meski begitu, perusahaan juga tidak secara tegas membantah angka yang telanjur beredar.

BYD menjelaskan tingginya antusiasme konsumen pascapeluncuran teknologi Dual Mode (DM) membuat banyak calon pembeli datang ke dealer untuk mencari informasi sekaligus melakukan pemesanan awal.

Karena situasi tersebut, BYD mengaku melakukan koordinasi internal dengan jaringan penjualan untuk menyediakan indication price atau estimasi harga sebagai acuan sementara.

“Namun, itu bukanlah official harga yang akan BYD keluarkan secara resmi. Namun, itu hanya merupakan indication price yang kami sampaikan kepada jaringan penjualan sebagai acuan."

Menariknya, BYD juga memberi sinyal bahwa harga resmi nantinya kemungkinan tidak akan terpaut terlalu jauh dari estimasi yang sudah bocor ke publik.

Baca Juga: Ahmad Dhani Blak-blakan Sindir Indonesian Idol "Kurang Keren", Desta Kewalahan Sampai Teriak Minta Stop!

Cocok Buat Daerah yang Belum Siap ‘Ngopeni’ Mobil Listrik

Kehadiran BYD M6 DM dianggap menarik karena menawarkan pendekatan berbeda dibanding mobil listrik penuh atau battery electric vehicle (BEV).

Indonesia sendiri memiliki kondisi pasar yang tidak merata. Kota besar mungkin sudah mulai familiar dengan charging station, tetapi banyak wilayah lain yang infrastrukturnya belum sepenuhnya siap.

Di sinilah model PHEV seperti BYD M6 DM mencoba mengambil posisi.

Mobil ini memungkinkan pengguna menikmati sensasi elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya.

Saat baterai habis atau charging station sulit ditemukan, kendaraan masih dapat mengandalkan mesin bensin.

Pendekatan ini dinilai lebih realistis bagi pengguna di daerah yang belum siap sepenuhnya “ngopeni” mobil listrik murni.

BYD sendiri menyebut model seperti M6 DM ditujukan sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin mulai masuk ke era elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas penggunaan harian.

Baca Juga: Start Posisi 20 Tembus 8 Besar, Veda Ega Jadi Pembalap Honda Terbaik dan Dipuji Media Otomotif Eropa

Mesin 1.500 cc, Klaim BBM 65 Km per Liter

Dari sisi teknologi, BYD M6 DM membawa sistem Dual Mode (DM) milik BYD yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Mobil ini mengusung mesin 1.500 cc dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm, dipadukan dengan sistem Electric Hybrid System (EHS) 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm.

BYD mengklaim efisiensi menjadi salah satu senjata utama model ini.

Konsumsi bahan bakarnya disebut dapat mencapai 65 km per liter, dengan kemampuan jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.800 kilometer.

Tidak hanya itu, sistem Dual Mode juga menyediakan tiga pilihan berkendara:

Konsep tersebut memungkinkan mobil menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan pengemudi sehari-hari.

Baca Juga: Start Posisi 20 Tembus 8 Besar, Veda Ega Jadi Pembalap Honda Terbaik dan Dipuji Media Otomotif Eropa

Bukan Sekadar Mobil Transisi

Di pasar global, basis model ini dikenal berasal dari Song Max di Tiongkok.

Informasi yang beredar menyebut mobil menggunakan kombinasi mesin 1.500 cc dan motor listrik dengan tenaga gabungan hingga 197 hp.

Untuk penggunaan full EV, kendaraan bahkan disebut mampu menempuh jarak sekitar 105 km berkat dukungan baterai 18,3 kWh.

Spesifikasi tersebut menunjukkan BYD M6 DM bukan hanya sekadar “jalan tengah” antara mobil bensin dan EV.

Mobil ini membawa karakter elektrifikasi yang tetap kuat, tetapi menawarkan rasa aman tambahan bagi pengguna yang belum siap bergantung penuh pada ekosistem kendaraan listrik.

Dengan strategi tersebut, BYD tampaknya sedang membaca kebutuhan pasar Indonesia yang sangat beragam — mulai dari konsumen kota besar hingga pengguna di daerah yang masih minim infrastruktur charging station. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#PHEV #BYD M6 DM #Harga Mobil #mobil baru