SOLOBALAPAN.COM - Belakangan, perhatian sederhana terasa semakin berarti. Bukan karena orang berhenti peduli, melainkan karena kesempatan untuk benar-benar hadir tidak selalu datang setiap hari.
Waktu habis untuk pekerjaan, kuliah, atau urusan lain yang terus berdatangan.
Percakapan lebih sering berpindah ke layar ponsel. Kita saling berkabar, tetapi belum tentu saling memahami.
Baca Juga: Memayu Hayuning Bawana, Filosofi Jawa yang Tetap Relevan di Tengah Kehidupan Modern
Perubahan kecil itu ikut mengubah cara banyak orang memandang sebuah hubungan. Dulu, mengingat makanan favorit atau mendengarkan cerita sampai selesai mungkin terasa sebagai hal yang lumrah.
Sekarang, perhatian yang sama sering dianggap sebagai sesuatu yang istimewa karena tidak selalu ditemui.
Dari situ, istilah hopeless romantic semakin akrab di telinga. Banyak orang merasa dekat dengan sebutan itu bukan karena berharap menjalani kisah cinta seperti di film.
Baca Juga: Masih Sering Tertukar, Kenali Perbedaan Ube, Ubi, dan Taro
Mereka hanya masih percaya bahwa hubungan yang baik tumbuh dari perhatian yang diberikan dengan tulus, bukan dari hal-hal yang sengaja dibuat terlihat romantis.
Harapan itu sebenarnya sederhana. Didengarkan ketika bercerita. Disapa lebih dulu tanpa harus selalu memulai percakapan.
Atau memiliki seseorang yang masih ingat kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele.
Baca Juga: Lagu Lama Kembali Masuk Playlist, TikTok Kenalkan ke Generasi Baru
Hal-hal seperti itu mungkin terlihat biasa, tetapi justru sering membuat seseorang merasa kehadirannya berarti.
Lalu muncul pertanyaan yang layak dipikirkan. Apakah perhatian sederhana memang semakin jarang, atau kita yang semakin terbiasa hidup terburu-buru hingga lupa memberikannya?
Tidak semua orang akan memiliki jawaban yang sama. Namun, perhatian selalu punya cara untuk meninggalkan kesan, bahkan ketika hadir dalam bentuk yang paling sederhana.
Baca Juga: Dulu Dianggap Norak, Kini Gaya Biduan Jadi Inspirasi Outfit Hipdut Gen Z
Itulah sebabnya banyak orang masih merasa dekat dengan istilah hopeless romantic. Bukan karena mereka mengejar hubungan yang sempurna, melainkan karena masih percaya bahwa perhatian, kepedulian, dan waktu yang diberikan dengan sungguh-sungguh tetap memiliki arti.
Yang paling dirindukan, ternyata bukan sesuatu yang rumit. Melainkan seseorang yang hadir, mendengarkan, dan membuat perhatian terasa sebagai kebiasaan, bukan sesuatu yang langka.
Editor : Adi Pras