SOLOBALAPAN.COM- Pernahkah Anda melihat foto makanan yang menggugah selera, katalog pakaian dengan model yang terlihat sempurna, atau poster promosi yang begitu menarik?
Di balik visual tersebut, tidak semuanya dihasilkan melalui kamera atau sesi pemotretan. Kini, banyak di antaranya dibuat dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI).
AI tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk membantu mencari informasi. Kini, teknologi tersebut telah menjadi alat yang banyak digunakan untuk menciptakan berbagai kebutuhan visual, mulai dari poster promosi, katalog produk, foto makanan, hingga materi iklan di media sosial.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Mendaki Jadi Ruang Jeda Mahasiswa
Kemudahan tersebut membuat AI semakin diminati pelaku umkm, kreator konten, hingga perusahaan besar. Dibandingkan dengan melalukan sesi pemotretan, AI dinilai lebih cepat, efisien, dan mampu menghasilkan visual yang menarik untuk mendukung pemasaran.
Berdasarkan penelitian bertajuk "Pengaruh Konten Digital Berbasis Artificial Intelligence terhadap Keputusan Pembelian melalui Kepercayaan Konsumen", AI memungkinkan untuk menghasilkan dan menampilkan konten pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan konsumen. Namun, sebagian konsumen masih meragukan keaslian, dan informasi yang disajikan melalui konten berbasis AI.
Baca Juga: Sisi Lain Sriwedari, Mencoba Panahan di Tengah Ruang Publik Bersejarah
Fleksibilitas AI membuat promosi terlihat lebih kreatif dan menarik perhatian konsumen. Namun, di balik kemudahan tersebut, visual hasil AI yang semakin realistis juga membuat batas antara gambar asli dan hasil rekayasa digital kian sulit dibedakan.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen. Visual yang dibuat terlalu sempurna dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai dengan kondisi produk sebenarnya sehingga berisiko menurunkan kepercayaan terhadap pelaku usaha.
Baca Juga: Makeup Minimalis Kian Diminati, Lima Produk Cukup untuk Tampil Rapi
Karena itu, penggunaan AI perlu diimbangi dengan tanggung jawab. Pelaku usaha harus memastikan visual yang ditampilkan tetap merepresentasikan produk secara jujur agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Perkembangan AI membuka peluang baru dalam dunia pemasaran digital. Di tengah visual yang semakin realistis, pelaku usaha dituntut memanfaatkan teknologi ini secara bijak, sementara konsumen perlu lebih kritis dalam menilai setiap visual produk yang beredar di ruang digital.
Editor : Adi Pras