Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Mendaki Jadi Ruang Jeda Mahasiswa

R
Penulis: Rahma Azra Calista❯
Menikmati suasana Gunung Prau sebelum kembali ke rutinitas. Bagi sebagian mahasiswa, pendakian menjadi ruang untuk beristirahat sejenak, menghirup udara segar, dan mengisi kembali semangat. (AI Generated)
Menikmati suasana Gunung Prau sebelum kembali ke rutinitas. Bagi sebagian mahasiswa, pendakian menjadi ruang untuk beristirahat sejenak, menghirup udara segar, dan mengisi kembali semangat. (AI Generated)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Setelah bergelut dengan tugas kuliah, praktikum, hingga ujian, sebagian mahasiswa memilih mencari jeda dengan cara yang berbeda: pergi ke gunung.

Bukan semata-mata untuk mengejar puncak, tetapi menikmati perjalanan, menghirup udara segar, dan sejenak menjauh dari rutinitas kampus.

Bagi sebagian mahasiswa, mendaki gunung bukan lagi sekadar hobi. Aktivitas ini menjadi cara melepas penat setelah menyelesaikan ujian atau menghadapi padatnya perkuliahan. Musim kemarau pun kerap dimanfaatkan karena cuacanya lebih bersahabat untuk melakukan pendakian.

Bagi Devi Anisa, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), gunung menjadi tempat untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas kuliah. Ketertarikannya pada dunia pendakian bermula pada 2019 saat diajak sang kakak. Pengalaman pertama itu membuatnya ingin terus menjelajahi berbagai gunung bersama teman-temannya.

"Setelah penat dengan semua tugas kuliah, healing terbaik menurut saya adalah pergi ke alam," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Advertisement

Menurut Devi, berada di alam membuat pikirannya lebih segar. Ia bahkan pernah menyempatkan mendaki di tengah masa ujian karena merasa kegiatan itu mampu mengembalikan semangat sebelum kembali menjalani rutinitas kuliah.

Baginya, semuanya berawal dari rasa penasaran. Foto-foto keindahan gunung yang sering muncul di media sosial membuatnya ingin mencoba mendaki.

Kesempatan itu datang saat seorang teman mengajaknya mendaki Gunung Prau. Sejak pengalaman pertamanya itu, ia mulai tertarik menjelajahi gunung-gunung lain.

Baginya, gunung menawarkan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain pemandangan yang indah, ketenangan dan kebersamaan selama perjalanan menjadi alasan yang membuatnya terus kembali mendaki.

"Kalau sudah di atas, ternyata apa yang ada di bawah gunung kalau dilihat dari atas belum ada apa-apanya. Jadi seperti punya semangat lagi untuk kembali menjalani kehidupan di bawah," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Suhu Gunung Merbabu Capai Minus 1 Derajat Celsius, Pendaki Diminta Waspadai Fenomena Mbediding

Suhu Gunung Merbabu Capai Minus 1 Derajat Celsius, Pendaki Diminta Waspadai Fenomena Mbediding

Suhu di kawasan Gunung Merbabu turun hingga minus 1 derajat Celsius akibat fenomena mbediding. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengimbau pendaki mewaspadai hipotermia dan mempersiapkan perlengkapan sesuai standar.

Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Jalur Suwanting Merbabu, Tertolong Shelter Emergency Pos 3

Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Jalur Suwanting Merbabu, Tertolong Shelter Emergency Pos 3

Pendaki asal Jambi mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Merbabu melalui Jalur Suwanting. Korban berhasil ditangani di Shelter Emergency Pos 3 dan kondisinya kembali stabil sebelum turun ke basecamp.

Musik Dan Ketenangan: Cara Sederhana Menikmati Jeda Rutinitas

Musik Dan Ketenangan: Cara Sederhana Menikmati Jeda Rutinitas

Bagi sebagian orang, mendengarkan musik menjadi cara untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, menenangkan pikiran, sekaligus memberikan ruang untuk melakukan refleksi diri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer