SOLOBALAPAN.COM - Libur semester selama ini identik dengan waktu untuk beristirahat setelah berbulan-bulan menjalani perkuliahan. Sebagian mahasiswa memanfaatkannya untuk pulang ke kampung halaman, berlibur bersama keluarga, atau sekadar menikmati jeda sebelum kembali disibukkan dengan tugas dan jadwal kuliah. Namun, sebagian mahasiswa justru memilih mengisi waktunya dengan mengikuti program magang mandiri sebagai langkah awal mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Perubahan cara memaknai libur semester ini tidak lepas dari semakin tingginya kesadaran akan pentingnya pengalaman di luar ruang kelas. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, nilai akademik saja kerap dirasa belum cukup. Pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, hingga portofolio menjadi bekal yang mulai dipersiapkan bahkan sebelum mahasiswa menyelesaikan pendidikannya.
Fenomena tersebut juga dirasakan oleh Salsabila Dini Hanifatun, mahasiswa semester enam Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS). Selama masa jeda perkuliahan, ia memilih menjalani magang mandiri di sebuah kantor notaris. Baginya, keputusan itu bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman yang tidak sepenuhnya didapatkan selama mengikuti perkuliahan.
"Saya mengikuti program magang mandiri selama masa jeda perkuliahan untuk memanfaatkan waktu luang secara produktif. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, saya juga ingin melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam praktik kerja," ujarnya.
Baca Juga: Tenggo: Ketika Pulang Tepat Waktu Justru Menjadi Istilah Baru
Menurut Salsabila, pengalaman di lapangan memberikan gambaran yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas. Ia menyadari bahwa dunia kerja menuntut ketelitian, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tanggung jawab. Perbedaan antara teori dan praktik menjadi tantangan tersendiri, tetapi justru menjadi proses belajar yang memperkaya pemahamannya.
Selama menjalani magang, ia juga memperoleh berbagai pengalaman baru yang berkaitan dengan praktik kenotariatan, mulai dari memahami alur penyusunan dokumen, proses administrasi, hingga pentingnya ketelitian dalam memeriksa setiap berkas. Selain menambah wawasan, pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami standar profesional yang harus dijaga ketika bekerja di lingkungan hukum.
Baca Juga: Di Balik Streak TikTok, Strategi Membuat Pengguna Kembali Setiap Hari
Bagi sebagian mahasiswa, pengalaman seperti yang dijalani Salsabila menjadi alasan mengapa magang mandiri kini semakin dilirik untuk mengisi libur semester. Jeda perkuliahan tidak lagi dipandang semata sebagai waktu untuk beristirahat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, mengenal budaya kerja, serta membangun portofolio yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.
Meski demikian, bukan berarti libur semester harus selalu diisi dengan aktivitas yang padat. Setiap mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan waktu jeda akademik. Namun, semakin banyaknya mahasiswa yang memilih magang mandiri menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap makna liburan. Jika dahulu masa libur identik dengan melepas penat, kini bagi sebagian mahasiswa, libur semester juga menjadi momentum untuk menambah pengalaman dan mempersiapkan langkah menuju masa depan.
Editor : Kabun Triyatno