SOLOBALAPAN.COM – Alasan Ruben Onsu mengajukan gugatan hak asuh terhadap kedua putrinya, Thalia dan Thania, mulai terungkap ke publik. Di tengah bergulirnya proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sahabat dekat Ruben, Nanda Persada, membeberkan bahwa presenter tersebut mengambil langkah hukum karena mengkhawatirkan lingkungan tempat tumbuh anak-anaknya saat ini.
Menurut Nanda Persada, Ruben menilai lingkungan yang kini dijalani kedua putrinya dinilai kurang memberikan dampak positif bagi proses tumbuh kembang mereka. Kekhawatiran itulah yang akhirnya membuat mantan suami Sarwendah tersebut memutuskan menggugat kembali hak asuh anak.
Nanda Persada Ungkap Alasan Ruben Onsu Ajukan Gugatan Hak Asuh
Keputusan Ruben Onsu untuk kembali memperjuangkan hak asuh Thalia dan Thania disebut bukan diambil secara emosional maupun mendadak.
Nanda Persada menjelaskan, sahabatnya sudah mempertimbangkan langkah tersebut setelah melihat kondisi yang menurutnya kurang ideal bagi perkembangan anak-anak.
"Alasan dia mengajukan gugatan hak asuh anak karena dia melihat lingkungan yang sekarang ini kurang sehat menurut Ruben secara pertumbuhan anaknya," ujar Nanda Persada.
Nanda juga mengungkapkan bahwa Ruben sempat diliputi kesedihan setelah bertemu kedua putrinya sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah.
Bahkan selama perjalanan menuju Tanah Suci, Ruben disebut terus berdoa agar mendapat jalan keluar terbaik.
"Dia sedih. Di pesawat itu dia berdoa terus supaya ditunjukkan jalan keluar," ungkap Nanda.
Tak lama setelah itu, Ruben langsung meminta tim kuasa hukumnya untuk mengajukan gugatan hak asuh meski saat itu dirinya masih berada di Mekkah.
Baca Juga: Asal-usul Kampung Jagalan: Kampung yang Tumbuh dari Profesi Penyembelih Hewan di Era Keraton
Ruben Tegaskan Tak Ingin Pisahkan Anak dari Sarwendah
Meski mengajukan gugatan, Ruben Onsu membantah bahwa langkah tersebut bertujuan memisahkan anak-anak dari sang ibu. Ia justru menegaskan tetap ingin Sarwendah memiliki akses bertemu dengan Thalia dan Thania apabila nantinya hak asuh berpindah kepadanya.
"Oh jangan sampai ini terjadi sama mamanya gitu," ujar Ruben.
Ruben mengaku tidak ingin pengalaman sulit bertemu anak-anak yang pernah ia rasakan dialami juga oleh Sarwendah. Karena itu, ia berharap hubungan sebagai orang tua tetap berjalan baik demi kepentingan buah hati mereka.
"Harus, harus saya ya insyaAllah."
"Pokoknya mudah-mudahan dengan ini, mau siapa pun itu harus bisa lebih menaati peraturan ya. Hari-hari yang sudah ditentukan, kita harus bekerja sama," lanjut Ruben.
Presenter tersebut juga menyinggung pentingnya menjalankan pembagian waktu pengasuhan yang telah disepakati.
"Bagaimana transisi ke tiga hari di saya, habis itu harus kembali lagi ke empat hari. Itu harus dilakukan gitu," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa gugatan ini bukan untuk menjauhkan anak-anak dari Sarwendah.
"Makanya, tujuannya bukannya mau mengambil, tidak boleh ketemu, oh enggak enggak."
"Makanya kalau teman-teman pahami, saya cuman mau ngasih tahu begini, begini loh. Gitu caranya," pungkas Ruben.
Sidang Perdana Digelar, Pihak Sarwendah Minta Stop Sebar Hoaks
Sementara itu, sidang perdana gugatan hak asuh anak telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ruben Onsu tidak hadir langsung dan diwakili kuasa hukumnya, sedangkan Sarwendah datang memenuhi panggilan sidang.
Melalui tim kuasa hukumnya, Sarwendah meminta masyarakat menghentikan penyebaran informasi yang tidak benar terkait perkara tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada kondisi psikologis anak-anak.
"Kami mohon hoax-hoax yang sudah terlalu banyak, kami diam bukan apa-apa, karena memang Bu Wendah menjaga psikologi anak-anak. Kami mohon sekali kepada teman-teman jangan lagi, ini kan sudah masuk ke ranah persidangan, kita hormati prosesnya, kita jaga marwah persidangan," tegas Mark Adrianus Ambarita.
Sarwendah juga memastikan dirinya hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
"Saya akan berusaha selalu yang terbaik buat anak-anak saya karena dari awal saya punya anak, saya sudah bertekad akan selalu menjaga dan menyayangi anak-anak saya dan memberikan kebahagiaan ke anak-anak saya," kata Sarwendah.
Ia berharap seluruh proses persidangan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi ketiga anaknya.
"Jadi semoga segala sesuatunya proses berjalan dengan lancar. Saya juga sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya datang untuk menjalankan panggilan pertama. Dan semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar demi kebahagiaan anak-anak. Terima kasih."
Selain itu, kuasa hukum Sarwendah juga membantah berbagai tuduhan yang beredar di media sosial, termasuk isu eksploitasi anak.
"Apa yang disampaikan bahwa eksploitasi anak itu saya tegaskan bahwa itu tidak terjadi. Tapi saya tidak mau berdebat alasannya ABC, tapi itu tidak terjadi. Dengan segala macam informasi yang sudah kami sampaikan," kata Chris Sam Siwu.
Chris juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggiring opini di luar proses hukum.
"Jangan coba menggiring opini ataupun memberitakan kabar-kabar yang tidak sesuai dengan fakta. Karena kenapa? Di sini yang menjadi korban adalah anak-anak, ya. Kalau memang mau menyampaikan bahwa A yang benar atau B yang benar, ya silakan sampaikan di proses persidangan ataupun di mediasi," ujarnya.
Sidang gugatan hak asuh anak Ruben Onsu dan Sarwendah selanjutnya dijadwalkan memasuki agenda mediasi yang mewajibkan kedua belah pihak hadir secara langsung sebagai prinsipal. (lz)
Editor : Laila ZakiyaSumber : Solo Balapan