Kisah perjuangan Langit yang diperankan oleh Reza Rahardian dalam film Semua Akan Baik—Baik Saja (DOK. @filmsemuakanbaikbaiksaja)
SOLOBALAPAN, NASIONAL — Tiger Wong Entertainment kembali menggebrak layar lebar dengan sebuah drama keluarga yang menyentuh hati berjudul "Semua Akan Baik-Baik Saja".
Film yang dijadwalkan tayang pada 13 Mei 2026 ini menjadi proyek ambisius Baim Wong yang bertindak sebagai produser sekaligus penulis naskah bersama Oka Aurora.
Menariknya, film ini menggandeng aktor papan atas Reza Rahadian sebagai pemeran utama, didukung oleh deretan nama besar seperti Christine Hakim, Happy Salma, hingga aktor muda Ari Irham.
Sinopsis: Tanggung Jawab di Tengah Kerapuhan
Cerita berpusat pada tokoh Langit (Reza Rahadian), seorang pria yang memiliki latar belakang kehidupan jalanan yang keras.
Langit terpaksa memikul beban berat merawat ketiga keponakannya setelah sang kakak, Tari (Happy Salma), meninggal dunia.
Bersama sang ibu, Ibu Wida (Christine Hakim), Langit berupaya menyatukan kembali kepingan keluarga yang mulai retak. Namun, kepulangan Langit justru disambut dingin oleh keponakannya sendiri:
-
Malika (Aquene Djorghi): Anak sulung Tari yang berbakat musik namun penuh luka dan ketidakpercayaan.
-
Shaffa (Shaffa Almira): Remaja yang sedang dalam masa transisi dan pertentangan batin.
-
Alim: Si bungsu berkebutuhan khusus yang kerap menjadi sasaran perundungan.
Konflik Harta dan Masa Lalu
Berdasarkan trailer berdurasi 1 menit 51 detik yang telah dirilis, ketegangan mulai memuncak saat mantan suami Tari, Ilham (Teuku Rifnu Wikana), muncul kembali.
Alih-alih peduli pada anak-anaknya, Ilham justru datang untuk mencari sertifikat berharga hingga mengacak-acak rumah, yang memicu perkelahian fisik dengan Langit.
Konflik semakin tajam ketika Langit harus berdebat dengan adik-adiknya, Bintang (Raihaanun) dan Banyu (Ari Irham), mengenai pembagian biaya hidup dan pendidikan ketiga anak Tari.
Di tengah ego yang saling berbenturan, sosok Ibu Wida hadir sebagai penengah sekaligus pelindung bagi cucu-cucunya.
Makna Kehilangan dan Menemukan Kembali
Film ini tidak hanya menonjolkan aksi perdebatan dan tangis, tetapi juga memberikan sudut pandang mendalam tentang kesehatan mental.
Penonton akan diajak melihat sisi rapuh seorang pria yang di mata umum terlihat tegar.
Pesan kuat yang ingin disampaikan adalah bahwa terkadang kehilangan menjadi satu-satunya cara bagi sebuah keluarga untuk saling menemukan kembali.
Melalui buai kasih sayang Ibu Wida, keluarga ini perlahan belajar bahwa meski badai ekonomi dan konflik menghantam, pada akhirnya bagi sebuah keluarga, segalanya pasti akan baik-baik saja.
(Riza Hidayaulloh/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo