Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rupiah Jeblok Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

SOLOBALAPAN, EKONOMI — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan hebat hingga menembus ambang psikologis baru.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi, mata uang Garuda melemah 0,27 persen dan terpuruk ke level Rp 18.015 per dolar AS.

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung angkat bicara menanggapi situasi ini.

Ia mengakui bahwa anjloknya nilai tukar rupiah ini akan berdampak langsung pada meningkatnya beban utang yang harus dibayarkan oleh pemerintah.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kupon surat utang atau imbal hasil yang dibayar pemerintah bersifat fixed rate (konstan), sehingga masih berada dalam kendali.

"Ini masih dalam range perhitungan kami yang sebelumnya saya sebutkan," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akui "Stres" Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Tak Lagi Bisa Tersenyum

Simulasi Ketahanan dan Intervensi Kemenkeu

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sejatinya sudah membuat berbagai simulasi perhitungan, termasuk skenario jika harga minyak mentah dunia ikut melonjak.

Kendati demikian, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu enggan membeberkan secara spesifik di level rupiah berapa simulasi terburuk tersebut dipatok.

"Penyesuaiannya cukup tinggi, tapi saya nggak sebutkan, nanti rupiah melemah signifikan. Tapi pada dasarnya fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang, lebih kuat dari yang sekarang," tegasnya.

Untuk meredam gejolak di pasar keuangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengambil langkah intervensi konkret. Berikut adalah rincian perbandingan asumsi dan langkah penyelamatan yang dilakukan pemerintah:

Indikator / Kebijakan Keterangan Kondisi Terkini
Asumsi APBN 2026 Nilai tukar rupiah pada awalnya dipatok di angka Rp 16.500 per dolar AS.
Kondisi Aktual (Kamis Pagi) Nilai tukar rupiah merosot hingga menyentuh angka Rp 18.015 per dolar AS.
Intervensi Kemenkeu Menggelontorkan dana sebesar Rp 8 Triliun untuk melakukan operasi pasar obligasi.
Bentuk Operasi Pasar Pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual oleh investor. Langkah ini diklaim berhasil menstabilkan yield (imbal hasil) SBN tenor 10 tahun.

Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah

Jebloknya nilai tukar rupiah ke level terlemahnya dalam beberapa waktu terakhir ini tidak lepas dari kuatnya tekanan eksternal dan sentimen global.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah ini adalah cerminan dari tingginya ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," jelas Lukman.

Selain faktor tensi geopolitik dan tingginya tekanan eksternal, sentimen domestik yang dinilai masih kurang kondusif turut menjadi katalis yang mendorong pelemahan rupiah hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Dolar AS #menkeu #rupiah #Purbaya Yudhi Sadewa