SOLOBALAPAN, VIRAL — Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari lingkungan akademik Universitas Hasanuddin (Unhas).
Seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024 bernama Princess Jenifer Tjiang (19 tahun) ditemukan tewas di area kampus Fakultas Teknik.
Mahasiswi tersebut diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara melompat dari salah satu gedung.
Namun, hal yang paling menyita perhatian publik dan menyayat hati adalah penemuan sebuah pesan suara (voice note) yang sengaja ditinggalkan oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Pesan Suara Terakhir di Balik Tragedi
Kasus ini pertama kali mencuat dan menjadi perbincangan hangat setelah diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @clalalalarissa_ pada Rabu, 20 Mei 2026.
"Kalian tahu yang ini guys? Mahasiswi FT Unhas angkatan 2024 ditemukan meninggal setelah lompat dari salah satu gedung di area kampus," tulis akun tersebut.
Dalam barang peninggalannya, Jennifer meninggalkan pesan suara yang ditujukan kepada seseorang. Pesan tersebut berisi arahan untuk menemukan jasadnya, serta penegasan bahwa tindakan tragis ini murni atas keputusannya sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Berikut adalah transkrip isi voice note pilu yang ditinggalkan oleh mendiang Jennifer:
"Halo, kalau misalnya kamu dengar voice note ini ada kemungkinan besar aku udah gak ada. Dan kalau masih sempat, tolong temuin aku di parkiran belakang Gedung Marcy karena mungkin saja aku bakal lompat dan badanku akan tetap ada di sana.
Mungkin kalau bisa telepon Tila buat bawa aku pulang, tapi gak tahu deh. Intinya banyak hal terjadi dan keputusan akhirin semua ini purely (murni) ada karena keinginanku sendiri.
Tolong jangan menyalahi diri kamu sendiri karena masalah ini, dan makasih udah temenin aku sampai di titik ini."
Banjir Simpati dan Dukungan Moral dari Warganet
Beredarnya rekaman suara dan kabar kepergian Jennifer dengan cepat memantik empati mendalam dari warganet.
Banyak yang merasa prihatin atas beban pikiran yang mungkin ditanggung korban sendirian, sekaligus menjadikan momen ini sebagai pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan kepedulian terhadap sesama.
-
@pwsycho: "Ya Allah Turut berduka cita buat korban guys. Kalau kalian merasa butuh teman cerita tapi gak bisa cerita ke teman RL (Real Life), DM-ku terbuka lebar. Yuk curhat aja, aku dengerin."
-
@potatocangtip9: "Turut berduka cita, semoga keluarganya kuat ya. Buat kalian yang ngerasa kesepian please cari temen ya, yeping (mengetik) di sosmed juga nggak ada yang larang. Jangan sampai bikin susah diri kalian sendiri ataupun orang lain di sekitar kalian."
-
@alzenaalshana: "Ya Allah mungkin saking buntunya pikiran dia ya."
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo