SOLOBALAPAN, NASIONAL – Dunia maritim Indonesia tengah dihebohkan oleh sebuah video unggahan akun @andrianumar yang menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan rekrutmen kru di kapal tanker milik Pertamina.
Dalam video yang viral pada Minggu (19/4/2026) tersebut, terungkap fakta bahwa kapal tanker MT Gamsunoro yang menyandang nama besar BUMN Indonesia, justru dioperasikan sepenuhnya oleh awak kapal asal India.
Fakta Mengejutkan dari Percakapan Radio
Kejadian bermula saat pemilik akun yang juga seorang pelaut Indonesia mencoba menghubungi kru MT Gamsunoro melalui sambungan radio.
Niat awal untuk menyapa sesama pelaut tanah air berubah menjadi kekecewaan saat jawaban yang diterima memastikan bahwa seluruh kru, mulai dari perwira hingga awak biasa, berasal dari India.
“Awalnya bangga lihat kapal bertuliskan Pertamina di tengah laut. Tapi begitu tanya kru, ternyata tidak ada satu pun orang Indonesia di dalamnya. Semua India,” ungkapnya dalam video tersebut.
Ironi di Tengah Melimpahnya Pelaut Lokal
Kekecewaan ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan data, Indonesia merupakan salah satu penyumbang tenaga pelaut terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 1,4 juta orang.
Angka ini mencakup perwira hingga non-perwira yang memiliki sertifikasi internasional.
Minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di kapal milik negara sendiri dinilai sebagai paradoks besar. Hal ini memicu pertanyaan mengenai kedaulatan tenaga kerja di sektor maritim, terutama pada aset-aset strategis milik perusahaan negara.
Sinyal Buruk bagi Industri Maritim Nasional
Ketiadaan pelaut Indonesia di kapal sekelas MT Gamsunoro dianggap sebagai salah satu alasan mengapa banyak talenta maritim terbaik RI lebih memilih berkarier di kapal-kapal asing di luar negeri.
-
Kurangnya Apresiasi: Jika perusahaan milik negara sendiri tidak memprioritaskan SDM lokal, wajar jika pelaut kita mencari peluang di negara yang lebih menghargai skill mereka.
-
Kebijakan Perekrutan: Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan manajemen Pertamina International Shipping (PIS) terkait kontrak manajerial kapal yang berakibat pada penggunaan kru asing secara penuh.
Desakan Evaluasi untuk BUMN
Isu ini kini memantik diskusi luas di media sosial. Netizen dan komunitas pelaut mendesak pemerintah serta kementerian terkait untuk turun tangan.
Mereka menuntut keberpihakan yang lebih nyata bagi pelaut domestik agar bisa berdaulat di laut sendiri, terutama di bawah bendera perusahaan pelat merah.
Sekilas Tentang MT Gamsunoro:
-
Pemilik: Pertamina International Shipping (PIS).
-
Jenis Kapal: Tanker minyak mentah (Crude Oil Tanker).
-
Isu Utama: Penggunaan 100% kru asing (India) di kapal berlogo BUMN Indonesia.
-
Jumlah Pelaut RI: ±1,4 juta orang (Salah satu terbesar di dunia).
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo