Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

4 Alasan Menantea Tutup Permanen Setelah 5 Tahun, Jerome Polin dan Jehian Akui Mengalami Kerugian Sampai Rp38 Miliar

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 14 April 2026 | 17:25 WIB
Jerome Polin.
Jerome Polin.

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Kabar duka menyelimuti dunia bisnis kuliner tanah air.

Bisnis minuman teh kekinian milik konten kreator Jerome Polin dan kakaknya, Jehian Panangian, resmi mengumumkan penutupan seluruh gerai Menantea secara permanen di seluruh Indonesia mulai 25 April 2026.

Keputusan besar ini diambil tepat pada peringatan lima tahun berdirinya Menantea.

Melalui pernyataan resmi, manajemen membeberkan alasan pilu di balik runtuhnya bisnis yang sempat viral tersebut, termasuk total kerugian yang menembus angka Rp38 miliar.

"Sisi Gelap" Bisnis dan Kurangnya Audit

Jehian Panangian mengakui bahwa sebagai langkah awal mereka di dunia Food & Beverage (F&B), terdapat banyak celah manajemen yang tidak terawasi dengan baik.

Baca Juga: Ayah Jerome Polin Meninggal Dunia Sakit Apa? Kabar Duka Sosok Pendeta Marojahan Sijabat Tutup Usia

 Minimnya riset terhadap mitra serta absennya audit keuangan internal secara rutin menjadi bom waktu bagi perusahaan.

"Ini adalah perusahaan pertama kami. Sayangnya, kami belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis. Kami kurang melakukan riset mendalam terhadap calon mitra, dan tidak rutin melakukan audit internal keuangan," tulis Jehian melalui akun Instagram Jerome Polin, Selasa (14/4/2026).

Empat Pukulan Telak bagi Menantea

Pihak manajemen mengungkapkan setidaknya ada empat masalah krusial yang mengakibatkan kegagalan sistemik dalam operasional mereka:

  1. Tagihan Supplier Menumpuk: Manajemen dikejutkan dengan banyaknya tagihan lama dari pihak supplier yang tidak terbayar oleh sistem operasional sebelumnya.

  2. Masalah Perpajakan: Adanya kekeliruan dalam laporan pajak sejak masa awal berdirinya perusahaan yang akhirnya memicu pemanggilan dari kantor pajak.

  3. Indikasi Internal Fraud: Tim menemukan adanya praktik kecurangan di dalam tubuh perusahaan yang merusak arus kas secara signifikan.

  4. Keluhan Mitra: Berbagai komplain dari mitra franchise yang merasa dirugikan oleh sistem operasional yang tidak stabil.

Gagal Meski Sudah Kuras Kantong Pribadi

Selama dua tahun terakhir, Jerome dan Jehian sebenarnya telah berupaya melakukan rescue terhadap bisnis ini menggunakan dana pribadi untuk menutupi kerugian.

 Namun, suntikan modal tersebut terbukti belum mampu mengembalikan kepercayaan mitra dan pelanggan.

Demi mencegah dampak yang lebih sistematis dan merugikan pihak lain lebih jauh, Menantea akhirnya diputuskan untuk berhenti beroperasi sepenuhnya.

Promo Perpisahan: Clearance Sale

Sebagai bentuk apresiasi terakhir bagi para pelanggan setia atau yang akrab disapa "Netizen", Menantea akan mengadakan promo clearance sale di gerai-gerai yang masih tersisa hingga tanggal penutupan resmi pada 25 April mendatang.

"Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami untuk ke depan. Terima kasih telah menemani Menantea selama lima tahun," pungkas Jehian dalam pernyataannya.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Menantea #Jehian #kerugian #Jerome Polin