SOLOBALAPAN, JAKARTA - Isu lama mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat ke permukaan dengan dinamika baru.
Kali ini, desakan muncul dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang meminta agar bukti fisik ijazah asli ditunjukkan secara terbuka guna mengakhiri kegaduhan nasional.
Namun, di sisi lain, pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa justru menaruh kecurigaan bahwa keterlibatan tokoh besar seperti JK bisa jadi merupakan bagian dari perluasan isu yang mengaburkan substansi utama.
Jusuf Kalla: "Tinggal Perlihatkan yang Asli"
Jusuf Kalla menilai polemik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini sangat merugikan bangsa, baik dari segi waktu, materi, hingga keharmonisan sosial.
Menurutnya, satu-satunya cara paling ampuh untuk menghentikan fitnah dan perpecahan adalah dengan transparansi total.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Ijazah Palsu: Kubu Roy Suryo Gandeng Eks Wakapolri Ajukan SP3, Jokowi Tetap Santai
"Sebenarnya untuk kita stop ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," ujar Jusuf Kalla. Ia menyayangkan adanya aksi saling maki di televisi dan media sosial yang merusak karakter nasional akibat ketidakpastian informasi ini.
Kecurigaan Dokter Tifa dan Kajian Forensik Digital
Berbeda dengan JK yang fokus pada solusi praktis, Dokter Tifa melihat ada gelagat pengalihan isu. Ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini pembuktian secara ilmiah di ruang publik belum dilakukan jika memang ijazah tersebut ada dan sah.
"Jika yang terjadi justru penundaan, pengalihan isu, bahkan kriminalisasi terhadap pihak yang bertanya, maka publik akan membaca itu sebagai sinyal adanya sesuatu yang disembunyikan," tegas Dokter Tifa.
Ia juga mengeklaim telah menyusun sebuah kajian berbasis data dan analisis forensik digital bersama Roy Suryo yang dituangkan dalam buku berjudul Jokowi's White Paper. Menurutnya, kajian tersebut disusun secara sistematis untuk menjawab keraguan publik selama ini.
Dinamika Hukum di Polda Metro Jaya
Polemik ini sebenarnya sudah masuk ke ranah hukum. Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang tersangka terkait tudingan ijazah palsu.
Namun, dinamika hukum terus berkembang dengan adanya jalur restorative justice bagi sebagian pihak, yang mengubah status hukum mereka.
Meskipun proses hukum berjalan, tuntutan akan transparansi publik tetap kencang disuarakan agar kepercayaan masyarakat kembali pulih dan perdebatan panjang ini bisa segera mencapai titik final yang objektif.
Profil Tokoh: Jusuf Kalla
-
Nama Lengkap: Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla
-
Lahir: Watampone, 15 Mei 1942
-
Jabatan: Wakil Presiden Indonesia ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019).
-
Reputasi: Dikenal sebagai juru damai dalam berbagai konflik nasional dan internasional, serta tokoh senior yang vokal dalam menyuarakan stabilitas politik dan sosial.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo