Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Selat Hormuz Memanas! Iran Terapkan 'Tatanan Baru', Larang Kapal AS dan Israel Melintas, Bayar Transit Pakai Rial?

Damianus Bram • Senin, 6 April 2026 | 12:43 WIB
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)

 

SOLOBALAPAN.COM — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan tegas pada Minggu (5/4/2026) bahwa kondisi keamanan di Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti semula.

Teheran secara resmi mulai menerapkan pengaturan keamanan baru di Teluk Persia yang bertujuan mengecualikan pihak-pihak yang dianggap bermusuhan.

"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi semula, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel," tulis pernyataan resmi IRGC melalui platform X.

Baca Juga: Nyawa Jadi Taruhan! 5 Pria di Makassar Viral Minum Oli Mesin, Netizen: SDM Rendah Gak Ada Obat!

Persiapan Operasional 'Tatanan Baru'

Pernyataan ini muncul saat IRGC berada pada tahap akhir persiapan operasional untuk apa yang disebut pejabat Iran sebagai "Tatanan Baru Teluk Persia".

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi konflik sejak serangan bersama AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan ribuan orang, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Baca Juga: Debut Pahit Cyrus Margono! Lakukan 2 Penyelamatan Krusial, Persija Jakarta Tetap Tumbang 2-3 dari Bhayangkara FC

RUU Biaya Transit: Bayar Pakai Mata Uang Rial

Parlemen Iran dilaporkan telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) di tingkat komite yang akan mengubah wajah perdagangan maritim di kawasan tersebut.

Media Iran melaporkan bahwa usulan tersebut mencakup kewajiban pembayaran biaya lintasan dalam mata uang nasional Iran, rial.

Kemudian adanya larangan transit bagi AS dan Israel. Ini menjadi kebijakan penutupan akses total bagi kapal milik Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu juga ada kebijakan pembatasan terhadap negara-negara yang terlibat dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Rancangan tersebut juga memuat ketentuan terkait kedaulatan Iran atas selat, kewenangan angkatan bersenjata, keamanan maritim, isu lingkungan, serta kerja sama hukum dengan Oman.

Dampak Global dan Ketegangan Regional

Ketegangan ini bukan sekadar gertakan. Iran sebelumnya telah membalas serangan dengan drone dan rudal yang menargetkan aset militer di Israel, Yordania, dan Irak.

Blokade atau pengaturan ketat di Selat Hormuz dipastikan akan mengganggu pasar minyak global dan penerbangan internasional, mengingat selat ini merupakan urat nadi distribusi energi dunia. (dam)

Editor : Damianus Bram
#as #Israel #amerika serikat #iran #selat hormuz