Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ini Dia Dua Perempuan Bulukumba yang Viral Karena Pelesetkan Makna Al-Quran, Cek Ulasannya Disini

Damianus Bram • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:19 WIB

 

Ini dia dua perempuan Bulukumba viral karena pelesetkan makna Al-Quran. Mereka dilaporkan polisi dan kini minta maaf secara terbuka.
Ini dia dua perempuan Bulukumba viral karena pelesetkan makna Al-Quran. Mereka dilaporkan polisi dan kini minta maaf secara terbuka.

SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan tindakan ceroboh konten kreator yang menyentuh ranah sensitif agama.

Dua perempuan asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setelah video mereka yang memelesetkan makna ayat Al-Quran viral dan memicu amarah publik.

Konten yang awalnya diunggah di Facebook tersebut memperlihatkan keduanya melakukan parodi dengan mengubah arti sejumlah ayat Al-Quran menjadi kalimat candaan yang dianggap tidak pantas.

Permohonan Maaf di Hadapan Polisi

Setelah dilaporkan ke Polres Bulukumba dan menuai kecaman luas, kedua perempuan yang diketahui berinisial IT (pemilik akun Irma Tanami) dan IAR (pemilik akun Nona Ayu) akhirnya menyerahkan diri dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Jumat (27/2/2026).

"Saya mengakui telah membuat konten yang sempat viral itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali," ujar mereka dalam video klarifikasi di Polres Bulukumba.

Dugaan Penistaan Agama yang Meresahkan

Ketua Majelis Da'i Muda Bulukumba, Ikhwan Bahar, menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas karena keresahan masyarakat sudah tidak terbendung.

Setelah ditelusuri secara spesifik, konten tersebut memang masuk dalam kategori penistaan agama.

"Kami meminta pihak Polres untuk mengambil kedua pelaku, dan mereka sudah menyerahkan diri. Kami sudah mendapatkan klarifikasi malam ini," jelas Ikhwan Bahar, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (27/2/2026).

Peringatan Keras bagi Konten Kreator

Ikhwan menegaskan bahwa meski sudah ada permintaan maaf, kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin berkarya di media sosial.

Ia berharap tidak ada lagi konten kreator yang menggunakan agama sebagai bahan lelucon demi mengejar popularitas.

"Ini yang pertama dan terakhir. Jangan sampai menjadi contoh bagi konten kreator yang lain," pungkasnya tegas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warganet, termasuk di Solo Raya, bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batasan etika dan hukum, terutama jika menyangkut nilai-nilai suci agama. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #pelesetan makna alquran #parodikan alquran #bulukumba #penistaan agama #konten kreator