SOLOBALAPAN.COM - Kisah pilu seorang siswa Sekolah Dasar (SD) yang harus menempuh perjalanan jauh sendirian menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) sejak waktu subuh menjadi viral di media sosial.
Salah satu video yang diunggah akun Instagram @Jabodetabek24info memperlihatkan betapa jauh dan mandirinya anak tersebut.
Bocah bernama Hafitar, siswa SD asal Tangerang, menjadi sorotan publik.
Ia diketahui setiap hari berangkat sekolah sendirian menumpang KRL dari Tangerang menuju Stasiun Klender, Jakarta Timur.
Dalam rekaman yang berseliweran di media sosial, terlihat sosok Hafitar berseragam merah-putih yang begitu mencolok di tengah para calon penumpang dewasa yang sedang menunggu kereta di peron stasiun saat subuh.
Kasus ini memicu perhatian publik karena Hafitar menempuh perjalanan pulang-pergi yang sangat jauh dari Tangerang ke Jakarta Timur setiap harinya.
Alasan Hafitar Tetap Sekolah di Duren Sawit
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, mengonfirmasi kisah viral pelajar tersebut.
Menurut Farida, perjalanan jauh itu terjadi karena keluarga Hafitar sebelumnya memang tinggal di Jakarta Timur, dekat dengan lokasi sekolah.
"Orangtuanya memang dulu tinggal dekat sekolah. Setelah pindah, anaknya tetap bersekolah di sana. Itu yang disampaikan pihak sekolah kepada kami," kata Farida dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/11/2025).
Farida menambahkan, alasan lain Hafitar berangkat sekolah sendirian naik KRL adalah karena pekerjaan orang tua yang mengharuskan mereka berangkat pagi buta.
"Orangtuanya kerja pagi-pagi, jadi tidak bisa mengantar. Itu alasan kenapa anaknya berangkat sendiri," jelas Farida.
Tolak Pindah Sekolah dan Tawaran Tempat Tinggal Sementara
Perjalanan jauh yang harus ditempuh setiap hari ini sempat memicu kekhawatiran pihak sekolah.
Farida mengungkap, jauh sebelum kisah ini viral, pihak sekolah sudah menyarankan perpindahan sekolah pada semester kedua. Namun, Hafitar menolak.
"Dia enggak mau pindah sekolah. Katanya, gurunya baik-baik, teman-temannya juga. Ibunya juga nyaman dengan lingkungan orang tua murid di sini," ucapnya, dikutip dari CNN.com.
Tak hanya sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga bergerak cepat menindaklanjuti video viral tersebut, termasuk melakukan komunikasi dengan orang tua dan murid.
Bahkan, sejumlah guru dan orang tua murid menawarkan tempat tinggal sementara bagi Hafitar agar jarak ke sekolah lebih dekat. Namun, tawaran tersebut selalu ditolak oleh sang ibu.
Hafitar Akhirnya Mau Menginap di Rumah Teman Sekolah
Setelah melalui diskusi yang panjang dengan orang tua Hafitar dan keluarga yang menampung, akhirnya dicapai kesepakatan.
"Setelah viral, kami ambil inisiatif merawat Hafitar bersama. Hari Minggu kemarin dia akhirnya bersedia tinggal di rumah salah satu teman sekolahnya," ungkap Farida.
Keputusan pemindahan tempat tinggal sementara ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan Hafitar.
Farida menjelaskan, Hafitar kini setiap hari diantar-jemput oleh keluarga temannya.
"Informasinya, anak tersebut sudah mau tinggal sementara di rumah temannya agar jaraknya lebih dekat," ujar Farida.
Farida memastikan Dinas Pendidikan akan terus memantau situasi ini dan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa SD pemberani tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram