SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Sebanyak 200 armada becak listrik hibah dari Presiden Prabowo Subianto tiba di Kota Solo, Minggu (15/12/2025).
Armada tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 22 Desember 2025, dengan sasaran utama penarik becak berusia 55 tahun ke atas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, mengatakan ratusan becak listrik itu tiba bertahap sejak Minggu siang dan lengkap berjumlah 200 unit pada malam harinya.
“Minimal penerima manfaat berusia 55 tahun. Jadi memang fokusnya untuk penarik becak yang sudah lanjut usia,” ujar Taufiq, Senin (15/12/2025).
Menurut dia, Dishub belum mendapatkan kepastian apakah akan ada tambahan armada dari pemerintah pusat. Namun, jika ada penawaran penambahan unit, Pemkot Surakarta menyatakan siap menerima.
“Kalau ditawari lagi, Solo tentu siap,” imbuhnya.
Pengemudi Dapat Pelatihan
Sejak tiba di UPT Transportasi Dishub Kota Surakarta di Mojo, Jebres, ratusan pengemudi becak calon penerima manfaat mulai mengikuti pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (15/12/2025).
Pelatihan meliputi cara pengoperasian becak listrik, perawatan kendaraan, hingga tata cara pengisian daya baterai.
“Karena konsepnya hibah dan menjadi milik pengemudi, maka tanggung jawab perawatan ada di penerima. Itu sebabnya kami lakukan pendampingan terlebih dulu,” jelas Taufiq.
Pengganti Becak Tak Layak dan Penertiban Bentor
Ke-200 armada becak listrik akan diresmikan dan diserahkan secara resmi pada 22 Desember 2025. Setelah itu, becak listrik akan menjadi angkutan resmi di Kota Solo, sekaligus menggantikan becak kayuh yang sudah tidak layak pakai serta armada milik penarik becak lanjut usia.
Dishub menegaskan, ada kesepakatan dengan para pengemudi bahwa becak listrik menggantikan armada lama, sehingga becak kayuh yang tidak layak maupun bentor (becak motor) tidak lagi diperbolehkan beroperasi.
“Bentor dan becak kayuh yang sudah tidak layak tidak boleh dipakai lagi karena sudah diganti dengan becak listrik,” tegas Taufiq.
Kehadiran becak listrik ini dinilai sebagai solusi atas berbagai persoalan, mulai dari kondisi fisik penarik becak yang semakin menua, armada yang tidak layak jalan, hingga maraknya bentor di Kota Bengawan.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan Pemkot akan bersikap tegas terhadap bentor setelah becak listrik resmi beroperasi.
“Dengan hadirnya becak listrik dari Pak Prabowo, nanti akan kita atur ulang, termasuk penertiban bentor,” kata Respati belum lama ini. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto