Bangunan Tua Dibiarkan, Atap SD di Karanganyar Ambruk, Perbaikan Baru Diusulkan


KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Insiden ambruknya atap ruang kelas di SDN 1 Girilayu justru membuka pertanyaan serius: jika kerusakan sudah diantisipasi sejak awal, mengapa perbaikan tidak segera dilakukan?
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) itu mendapat respons dari Disdikbud Karanganyar. Namun, alih-alih menjelaskan langkah preventif, dinas justru mengakui bahwa kondisi bangunan memang sudah diketahui bermasalah.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, menyebut ruang kelas tersebut sebelumnya sudah tidak difungsikan karena faktor usia bangunan.
Baca Juga: Kasus Pelecehan di SMP Wonogiri, Guru Ditarik ke Dinas: Pengawasan Sekolah Dipertanyakan
“Memang sudah kita antisipasi dari awal karena usia bangunan, makanya tidak difungsikan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Antisipasi Tanpa Perbaikan?
Pernyataan tersebut memunculkan ironi. Antisipasi yang dimaksud hanya sebatas menghentikan penggunaan ruang, tanpa diikuti perbaikan fisik.
Padahal, bangunan yang rusak tetap berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, termasuk siswa dan warga sekolah.
Fakta bahwa atap tetap ambruk menunjukkan bahwa mitigasi risiko belum dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Tak Ada Matinya! Rahasia Lagu Dewa 19 Tetap Jadi "Nyawa" di Coffee Shop hingga Live Music Jalanan
Rehab Baru Diusulkan Setelah Ambruk
Disdikbud kini baru menyiapkan usulan rehabilitasi melalui perubahan anggaran daerah. Besaran kebutuhan masih dalam tahap penghitungan, termasuk kemungkinan adanya kerusakan lain di bagian bangunan.
“Untuk rehab nanti kita hitung dulu kebutuhannya,” kata Heru.
Langkah ini kembali menegaskan pola reaktif: perbaikan dilakukan setelah kejadian, bukan sebelum risiko menjadi nyata.



