SOLOBALAPAN.COM – Tumurun Museum, yang terletak di Jl. Kebangkitan Nasional No.2, Solo, adalah destinasi seni unik yang wajib dikunjungi.
Dengan nama yang bermakna "turun temurun," museum ini mengusung konsep mewariskan nilai seni dari generasi ke generasi.
Sejarah Tumurun Museum
Museum ini merupakan museum pribadi yang dimiliki oleh keluarga besar HM Lukminto, pendiri PT Sritex, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
Koleksi seni yang dipamerkan mencerminkan perjalanan seni yang kaya, mulai dari karya seniman legendaris hingga seniman muda berbakat.
Nama Tumurun dipilih untuk mencerminkan misi keluarga Lukminto dalam melestarikan seni sebagai warisan budaya.
Setiap karya seni di museum ini mengandung makna mendalam, menjadikan Tumurun Museum sebagai ruang apresiasi seni yang berkelas.
Harga Tiket Masuk Tumurun Museum Solo
- Harga tiket: Rp 25.000 per orang.
- Tiket dapat dibeli di lokasi atau melalui reservasi online di Registrasi
Jam Operasional Tumurun Museum
Museum ini memiliki jadwal sesi kunjungan selama satu jam per sesi:
Selasa - Kamis:
13.00 - 14.00 WIB
14.00 - 15.00 WIB
Jumat - Minggu:
10.00 - 11.00 WIB
11.00 - 12.00 WIB
13.00 - 14.00 WIB
14.00 - 15.00 WIB
Museum ini menampilkan beragam koleksi seni modern dan kontemporer, termasuk lukisan, instalasi seni, dan karya dari berbagai medium lainnya.
Beberapa koleksi andalan berasal dari seniman besar Indonesia maupun internasional. Selain itu, banyak karya seni yang sangat estetik dan cocok untuk dijadikan latar belakang foto.
Pengunjung juga akan didampingi oleh pemandu selama sesi kunjungan, memberikan penjelasan mendalam tentang karya seni yang dipamerkan.
Ini menjadikan Tumurun Museum tak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga tempat edukasi seni yang inspiratif.
“Dengan tiket masuk hanya Rp 25.000, saya sudah bisa menikmati koleksi seni yang luar biasa. Jam operasionalnya fleksibel, sangat cocok untuk akhir pekan,” ujar Laras, salah satu pengunjung, Sabtu (30/11/24).
Selain menampilkan karya seni yang memukau, Tumurun Museum membawa nilai sejarah yang mendalam melalui koleksinya.
Museum ini bukan sekadar tempat seni, melainkan ruang untuk belajar, mengapresiasi, dan memahami seni dalam konteks budaya Indonesia dan internasional. (Mgrs)
Editor : Nindia Aprilia